infosatu.co
PEMERINTAH

2.242 Peserta dari 37 Provinsi Ikuti MTQ Nasional ke-31, Kaltim Bawa Status Juara Umum

Teks: Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud (kiri) bersama Istri Syarifah Suraidah dan Ketua LPTQ Kaltim Sri Wahyuni (kanan) . (Istimewa/BPSDM)

Semarang, Infosatu.co – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 resmi dimulai di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 12 September 2026. Ajang tersebut diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim) yang datang dengan status juara umum.

Pembukaan MTQ Nasional ke-31 dipusatkan di Arena Utama MTQ, Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang.

Teks: Pembukaan MTQ Nasional ke-31 Semarang, yang ditandai pemukulan bedug oleh Menko PMK Pratikno. (Istimewa/BPSDM)

Pembukaan secara resmi ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional Abu Rokhmad mengatakan, MTQ Nasional ke-31 diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Para peserta akan berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah.

“Terakhir jumlah peserta sebanyak 2.242 orang. Ada 8 cabang lomba, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah,” kata Abu.

Pelaksanaan MTQ Nasional tersebut diawasi 7 pengawas dan dinilai 155 hakim nasional.

Jawa Tengah menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-31 setelah menunggu selama 47 tahun. Provinsi tersebut terakhir menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 1979.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama dan LPTQ Nasional atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah.

“Saya merasa bersyukur menjadi salah satu saksi terselenggaranya MTQ Tingkat Nasional ke-31,” ujarnya.

Dalam pembukaan tersebut, Kaltim turut mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah. Hal itu tidak lepas dari keberhasilan Kaltim meraih juara umum pada penyelenggaraan MTQ Nasional sebelumnya.

Ahmad Luthfi bahkan menyinggung capaian Kaltim di hadapan para peserta dan tamu undangan.

“Kenapa Kaltim yang penduduknya hanya 5 juta bisa mengalahkan Jawa Tengah yang penduduknya hampir 38 juta? Itulah namanya Musabaqah Tilawatil Qur’an,” ujarnya.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama istri, Syarifah Suraidah, yang juga anggota DPR RI, hadir dalam pembukaan tersebut. Keduanya terlihat melambaikan tangan ketika barisan defile kafilah Kaltim melewati panggung utama.

Turut hadir Ketua LPTQ Kaltim Sri Wahyuni yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kaltim, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim Abdul Kholiq, serta jajaran pengurus LPTQ Kaltim.

Dalam barisan defile, Ketua II LPTQ Kaltim Dasmiah, Ketua III Jauhar Efendi, Sekretaris Umum LPTQ Kaltim sekaligus Ketua Kafilah Rudi Kartono, Sekretaris I Hamsani, Sekretaris II Etty Shanty, para kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Kaltim, serta 56 kafilah Kaltim turut membaur dalam rombongan.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Ia juga mengumumkan perubahan pola penyelenggaraan musabaqah. Mulai tahun depan, MTQ Nasional akan dilaksanakan setiap tahun, sedangkan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ditiadakan dan digantikan dengan MTQ.

“MTQ ini bukan sekadar kompetisi, tapi festival terbesar Al-Qur’an dan pesta rakyat yang berdampak pada sosial ekonomi,” kata Nasaruddin.

Menurutnya, MTQ Nasional memiliki cakupan yang lebih besar dibandingkan MTQ Internasional, baik dari jumlah peserta maupun cabang, golongan, dan kategori yang diperlombakan.

MTQ Nasional ke-31 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”.

Nasaruddin mengatakan tema tersebut menjadi pengingat agar pembacaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an tidak boleh hanya hadir terdengar dalam pembukaan acara, tetapi kehilangan daya pengaruhnya ketika mengelola anggaran, menggunakan kewenangan, memberikan pelayanan dan mengambil keputusan,” pungkas Nasaruddin.

Related posts

Andi Harun: Kehidupan Itu Seperti Main Domino

Emmy Haryanti

Lahan Gambut Hingga Permukiman, BPBD Petakan Titik Rawan Karhutla di Kota Tepian

Emmy Haryanti

Paser 49 Hari Tanpa Hujan, Kekeringan Mulai Menguat di Sejumlah Wilayah Kaltim

Emmy Haryanti