infosatu.co
PEMERINTAH

Ingatkan Ancaman Krisis Pangan, Samarinda Diminta Kurangi Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menyampaikan ancaman krisis pangan dan meminta pemerintah mengurangi ketergantungan pasokan dari luar Kaltim. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian produksi pangan nasional. Menurutnya, Kota Tepian tidak bisa terus bergantung pada pasokan bahan pangan dari daerah lain, terutama Sulawesi dan Jawa Timur.

Ia menjelaskan, sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat Samarinda hingga kini masih dipenuhi melalui distribusi dari luar Kalimantan Timur (Kaltim).

Kondisi tersebut dinilai menyimpan risiko besar apabila daerah pemasok mengalami gangguan produksi akibat cuaca ekstrem maupun gagal panen.

“Apakah kita pernah membayangkan jika suatu hari Jawa Timur gagal panen atau Sulawesi mengalami kondisi yang sama? bisa saja mereka tidak lagi mengirim pangan ke Kaltim karena harus memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri,” ungkap Andi Harun, Selasa 30 Juni 2026.

Menurutnya, skenario tersebut bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Dampak perubahan iklim yang semakin nyata telah memengaruhi sektor pertanian di berbagai negara, sehingga pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif sejak sekarang.

Ia menilai ketahanan pangan harus menjadi agenda strategis pemerintah daerah, bukan hanya sebagai program jangka pendek. Sebab, kemampuan suatu daerah memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan menentukan tingkat ketahanan masyarakat ketika menghadapi krisis.

Andi Harun mengatakan tantangan global saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan energi, tetapi juga mulai bergeser pada persoalan pangan. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat perlu membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai salah satu upaya mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Ia bahkan menyinggung semakin besarnya perhatian para pelaku usaha dunia terhadap sektor pangan, peternakan, dan perikanan.

Fenomena tersebut menurutnya, menjadi sinyal bahwa sektor pangan akan menjadi salah satu bidang paling strategis pada masa mendatang.

“Kita harus mulai mempersiapkan diri. Ketahanan pangan tidak bisa ditunda karena suatu hari tantangan itu pasti datang,” katanya.

Selain memperkuat sektor pangan, Andi Harun juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menilai upaya menjaga lingkungan memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan produksi pangan, ketersediaan air, hingga kemampuan daerah menghadapi dampak perubahan iklim.

Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan tidak boleh hanya muncul karena adanya kegiatan seremonial atau instruksi pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Pangan, lingkungan, dan perubahan iklim adalah persoalan yang saling berkaitan. Kalau kita tidak mulai membangun kesadaran dari sekarang, risikonya akan semakin besar di masa depan,” tutupnya.

Related posts

10 Insinerator Berpotensi Kurangi Hingga 160 Ton Sampah per Hari

Emmy Haryanti

Program Lingkungan Jangan Sekadar Seremoni, Camat dan Lurah Diberi Waktu 1×24 Jam Bersihkan Sampah

Emmy Haryanti

Pimpin Diskominfo Kaltim, Ririn Prioritaskan Serapan Anggaran dan Internet Gratis

Rizki