Samarinda, Infosatu.co – Tingginya penggunaan internet di kalangan anak-anak menjadi perhatian serius berbagai pihak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, perlindungan terhadap anak dari berbagai risiko di ruang siber dinilai harus menjadi prioritas melalui penguatan literasi digital dan pengawasan yang lebih efektif.
Isu tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi Publik bertajuk “Ruang Digital Anak Aman dan Sehat” yang menghadirkan pegiat literasi digital dan anggota DPR RI sebagai narasumber.
Pegiat Literasi Digital Gun Gun Siswandi mengungkapkan penetrasi internet di Indonesia terus meningkat dan kini telah menjangkau sebagian besar masyarakat.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026, sebanyak 235,2 juta penduduk atau sekitar 81,72 persen populasi Indonesia telah terhubung ke internet.
Menurutnya, tingginya angka tersebut harus diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak, khususnya bagi anak-anak yang menjadi salah satu kelompok pengguna internet terbesar.
Gun Gun menjelaskan hampir separuh pengguna internet di Indonesia merupakan anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Selain itu, mayoritas anak mengakses internet setiap hari dengan durasi penggunaan yang cukup tinggi.
Kata dia, kondisi tersebut membuka peluang sekaligus risiko. Di satu sisi internet menjadi sarana belajar dan memperoleh informasi, namun di sisi lain anak-anak rentan terpapar berbagai konten dan aktivitas negatif.
Ia menyoroti masih maraknya ancaman di ruang digital, mulai dari perundungan siber, pornografi, hingga judi online yang kini mulai menyasar kelompok usia anak.
“Anak-anak harus mendapat perlindungan dari berbagai ancaman digital. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan penyelenggara platform digital,” ujarnya.
Gun Gun juga menyinggung data yang pernah disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital terkait tingginya jumlah anak yang terpapar judi online. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.
Sementara itu, Anggota DPR RI Sukamta menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Berbagai aktivitas yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga kini dapat dilakukan dengan mudah melalui perangkat digital.
Ia menyebut teknologi telah membuka akses yang lebih luas terhadap informasi, pendidikan, komunikasi, hingga aktivitas ekonomi. Bahkan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.
Meski demikian, Sukamta mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak lepas dari dampak negatif yang perlu diantisipasi. Salah satunya adalah berkurangnya interaksi sosial secara langsung yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam membangun hubungan dengan lingkungan sekitar.
Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi di dunia nyata juga muncul di ruang digital, seperti penipuan, perjudian daring, pinjaman online ilegal, hingga penyebaran konten pornografi dan bentuk kejahatan lainnya.
“Ancaman di ruang digital tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Karena itu diperlukan kesadaran bersama untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” katanya.
Sukamta menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membangun lingkungan digital yang sehat. Orang tua tidak hanya dituntut mengawasi penggunaan gawai oleh anak, tetapi juga perlu memahami aktivitas digital mereka dan membangun komunikasi yang terbuka.
Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri, bukan justru terjerumus pada aktivitas yang merugikan.
Melalui forum diskusi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya literasi digital sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di era teknologi. Penguatan edukasi dan pengawasan dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi muda Indonesia.
