infosatu.co
EKONOMI

Andalkan Potensi Laut, Bontang Tawarkan Investasi Industri Pengalengan Ikan

Teks: Pelabuhan Bontang Lestari di Kalimantan Timur, yang sedang dikembangkan sebagai pusat logistik dan industri baru. (Dok: DPMPTSP Kota Bontang)

Bontang, Infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang mulai melirik sektor perikanan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah dominasi industri migas dan pupuk.

Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan industri pengalengan ikan untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus menarik investasi baru.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan peluang investasi di sektor pengolahan hasil perikanan masih terbuka lebar. Potensi tersebut didukung oleh letak geografis Bontang yang berada di pesisir Selat Makassar dengan sumber daya perikanan yang melimpah.

“Kami siap menyambut karpet merah kepada para calon investor agar masuk ke Kota Bontang melihat potensi industri manufaktur pengalengan ikan menjadi salah satu pilihan berinvestasi di Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Agus Haris, pengembangan industri pengalengan ikan tidak hanya akan meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat struktur ekonomi daerah.

Data Pemerintah Kota Bontang menunjukkan produksi perikanan tangkap mencapai lebih dari 20 ribu ton per tahun dengan melibatkan ribuan rumah tangga nelayan. Sementara produksi perikanan budidaya juga terus berkembang dan menjadi salah satu penopang sektor kelautan daerah.

Komoditas seperti cakalang, tongkol, dan tuna menjadi hasil tangkapan utama yang selama ini mendominasi produksi perikanan di Kota Bontang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur, mengatakan pemerintah daerah ingin mendorong hilirisasi sektor perikanan agar hasil laut tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Menurutnya, industri pengolahan menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing produk perikanan daerah.

“Di DPMPTSP Bontang, kami tidak hanya membuka pintu, tetapi juga memastikan kenyamanan berinvestasi. Sektor ketahanan pangan dan perikanan menjadi salah satu prioritas yang terus kami dorong,” katanya.

Untuk menarik investor, Pemkot Bontang menyiapkan berbagai kemudahan mulai dari kepastian hukum, insentif investasi, hingga penyederhanaan proses perizinan.

Dukungan tersebut diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi.

“Melalui Perda Nomor 1 Tahun 2017, kami memberikan garansi kepastian hukum, insentif fiskal, dan pemangkasan birokrasi perizinan demi mempercepat hilirisasi ini,” jelas Aspian.

Berdasarkan kajian yang dilakukan DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Bontang, proyek industri pengalengan ikan dinilai memiliki prospek yang menjanjikan.

Studi kelayakan menunjukkan tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) mencapai 56,01 persen dengan estimasi masa balik modal sekitar empat tahun empat bulan.

Pemerintah berharap pengembangan industri pengalengan ikan dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor migas.

“Melalui langkah ini, kami ingin mendorong kekayaan sumber daya laut yang dimiliki Bontang menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Related posts

Harga Bawang Tembus Rp70 Ribu per Kilogram, Minyak Goreng Ikut Naik

Emmy Haryanti

Bontang Buka Peluang Investasi Villa Terapung di Kawasan Bontang Kuala

Rizki

Bontang Bidik Pertumbuhan Ekonomi 4,5 Persen Lewat Investasi Hijau

Rizki