infosatu.co
NASIONAL

Indonesia Ingin Perkuat Kerja Sama dengan China, Kesehatan dan TBC Jadi Sasaran

Teks: Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Komisi Kesehatan Nasional China Lei Haichao melakukan pertemuan bilateral di Beijing, China, pada 27 Maret 2026. (Sumber: KBRI Beijing)

Jakarta,infosatu.co-— Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong penguatan kerja sama di bidang kesehatan dengan China, termasuk di bidang pengobatan tradisional, pencegahan tuberkulosis (TBC), hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan kesehatan.

Upaya penguatan kerja sama ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Komisi Kesehatan Nasional China, Lei Haichao, di Beijing, China, pada Jumat, 27 Maret 2026.

“China dan Indonesia memiliki banyak kesamaan prioritas di bidang kesehatan, khususnya dalam transformasi kualitas pelayanan kesehatan serta promosi pencegahan penyakit,”ungkap Budi dalam keterangan resmi dirilis Kedutaan Besar Indonesia di Beijing.

“Dalam mencapai tujuan tersebut, Indonesia dan Republik Rakyat China dapat saling belajar sekaligus memajukan kerja sama yang saling menguntungkan,” ucapnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menyebut Indonesia dapat banyak belajar dari kesuksesan China dalam menurunkan tingkat prevalensi TB dari level sedang ke rendah.

Selain itu, Indonesia juga ingin memanfaatkan keunggulan China di bidang AI dan teknologi kesehatan, termasuk dalam penggunaan teknologi brain-computer interface (BCI) untuk pencegahan dan pemulihan stroke serta gangguan kesehatan serebral lainnya.

Lebih lanjut, dalam kunjungan ke Beijing kali ini, Menkes Budi juga melakukan pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan China di bidang peralatan kesehatan, farmasi, AI, hingga robotika.

Menkes Budi juga menghadiri acara Zhongguancun Forum-World Digital Health Forum 2026 yang digelar oleh Tsinghua University dan Chinese Academy of Engineering.

Kerja sama di bidang kesehatan kedua negara terus berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengirim ratusan dokter spesialis untuk mengikuti program fellowship di sejumlah rumah sakit di China.

Selain jajaki kerja sama, Indonesia dan China juga telah memperkuat kerja sama di bidang kesehatan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri China Li Qiang di Jakarta pada akhir Mei tahun lalu.

“Kerja sama ini mencakup pengobatan tradisional China (TCM) dan penanggulangan TBC,”terangnya.

Related posts

Pemprov Kaltim akan Gali PAD Melalui Sektor Industri

Emmy Haryanti

Gubernur Kaltim Jangan Lewatkan Keberadaan IKN, Peluang Ekonomi Sangat Besar

Emmy Haryanti

Di Balik Kunjungan JMSI Kaltim, Anam Singgung Kunci Kuatnya Jaringan Media harus Bangun Sinergi

Dewi

You cannot copy content of this page