Samarinda, infosatu.co — Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menegaskan partainya telah menyiapkan banyak kader.
Sekian banyak kader tersebut, menurutnya, akan dipersiapkan untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Ananda menyebut, penentuan calon, akan melalui berbagai indikator penilaian internal partai, mulai dari rekam jejak hingga kesesuaian dengan ideologi partai.
Pernyataan itu disampaikan Ananda saat menanggapi sikap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya menyatakan tidak akan kembali mengusung Rudi Seno pada Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang.
Menurut Ananda, keputusan PKB merupakan hak masing-masing partai politik.
“Ya itu haknya Pak Syafruddin selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai PKB. Itu haknya, silakan saja,” ujarnya, Rabu, 4 Maret 2026 di Kantor DPRD Provinsi Kaltim.
Sementara itu, PDIP memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan calon kepala daerah.
Ia menjelaskan, partainya melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap figur yang akan diusung.
“Kalau PDIP itu pastinya dalam memilih dan merekomendasi calon kepala daerah kita betul-betul melihat track record. Kita punya banyak indikator, barometer yang dijadikan penilaian,” katanya.
“Seperti survei, background, histori kerjanya, juga psikotes dan fit and proper test,” jelasnya.
Selain itu, PDIP juga memprioritaskan kader internal yang dinilai sejalan dengan garis ideologi partai.
“Harus yang sesuai dengan garis ideologi partai tentunya. PDI Perjuangan punya visi misi yang jelas, tujuannya masyarakat yang adil dan makmur. Itu yang mana yang paling mendekati,” katanya.
Ia menambahkan, partainya juga telah menyiapkan sejumlah nama kader yang berpotensi diusung.
Beberapa di antaranya bahkan memiliki pengalaman di pemerintahan tingkat kabupaten/kota.
“Nama banyak dan tentunya kita persiapkan. Nanti mendekati waktu kita lakukan penilaian siapa yang cocok. Kan banyak kader PDIP juga yang sudah pernah di eksekutif tingkat II, jadi semuanya mungkin,” pungkasnya.
