Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 40 pelajar tingkat SMA/SMK sederajat di Kota Samarinda resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda Tahun 2026.

Mereka akan bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 yang akan diselenggarakan di halaman Gor Segiri.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan 40 anggota Paskibraka tersebut merupakan pelajar yang telah melewati proses panjang sebelum mendapat kepercayaan menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan.
Menurutnya, proses tersebut dimulai dari seleksi hingga pelatihan intensif yang menguji kesiapan fisik, mental dan wawasan para peserta.
“Mereka adalah putra-putri terbaik Kota Samarinda yang telah melewati berbagai tahapan, mulai dari seleksi sampai pada pengukuhan malam hari ini. Setelah itu mereka juga telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang cukup berat,” ujar Andi Harun usai pengukuhan, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Seleksi Paskibraka Samarinda sendiri telah dibuka sejak April 2026. Para calon peserta tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan baris-berbaris, tetapi harus melewati sejumlah tahapan seleksi.
Tahapan tersebut mencakup seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, pemeriksaan kesehatan, parade, hingga tes kesamaptaan.
Dari rangkaian seleksi tersebut kemudian ditetapkan 40 pelajar yang dinilai memenuhi persyaratan untuk mengikuti pembinaan lanjutan.
Setelah ditetapkan sebagai peserta terpilih, pembinaan dan pembekalan dilakukan secara intensif oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda sejak Juli hingga Agustus 2026.
Dalam tahap ini, peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan terkait teknis pengibaran bendera.
Mereka juga ditempa melalui latihan kedisiplinan, pembentukan karakter, kekompakan serta kesiapan fisik dan mental untuk menjalankan tugas pada upacara 17 Agustus.
Memasuki tahap akhir, seluruh peserta kemudian mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan dengan tinggal di asrama latihan.
Pemusatan tersebut menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum mereka menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih.
Andi Harun meminta para anggota Paskibraka tidak memaksakan diri setelah seluruh rangkaian latihan selesai. Ia justru meminta mereka menjaga kondisi tubuh agar dapat tampil maksimal pada hari pelaksanaan.
“Setelah pengukuhan ini tinggal menunggu acara puncak, baik pada upacara menaikkan bendera maupun pada penurunan bendera. Mereka harus jaga kesehatan, siapkan mental dan menyongsong tugas yang tidak semua orang bisa sampai pada level itu,” katanya.
Menurut Andi Harun, menjadi Paskibraka bukan hanya soal menjalankan tugas dalam satu upacara. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal pembentukan karakter dan kepemimpinan para pelajar.
“Tugas ini sangat mulia, menjadi contoh bagi generasi kita sekaligus menunjukkan bahwa kita tidak pernah kekurangan generasi untuk melanjutkan perjuangan dan menjadi kader bangsa di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda Yosua Laden mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan hingga pemusatan latihan.
Menurutnya, proses yang dijalani peserta sejak seleksi hingga karantina menjadi bagian penting untuk memastikan mereka benar-benar siap ketika menjalankan tugas.
“Kita patut berbangga karena Paskibraka kita sudah dikukuhkan. Kita juga tidak pernah kekurangan generasi terbaik,” kata Yosua.
Ia juga menekankan pembinaan Paskibraka tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara 17 Agustus. Para anggota yang telah menyelesaikan masa tugas diharapkan tetap memiliki ruang untuk berkontribusi dan menjadi bagian dari pembinaan generasi berikutnya.
“Di Paskibraka juga kita terus mengedepankan jenjang. Mereka-mereka yang telah purna terus bisa berkontribusi. Saya harap dengan segala persiapan yang sudah matang, bisa sukses terlaksana,” pungkas Yosua.
