infosatu.co
OLAHRAGA

Borneo FC Akhiri Tren Buruk di Segiri, Tekuk Bali United 1-0

Teks: Borneo FC saat menjamu Bali United FC di Stadion Segiri Samarinda. Hasil akhir 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Minggu, 20/9/2026. (Dok: Borneo FC)

Samarinda, Infosatu.co – Borneo FC Samarinda akhirnya meraih kemenangan perdana di kandang pada BRI Super League 2026/2027 setelah menundukkan Bali United 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, 20 September 2026.

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri dua kekalahan beruntun Pesut Etam di kandang.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Borneo FC langsung tampil agresif sejak awal. Pesut Etam mampu menciptakan sejumlah peluang dan membuat Bali United kesulitan mengembangkan permainan.

Namun, pertandingan berubah setelah dua kartu merah dikeluarkan dalam babak pertama. Muhammad Rifad Marasabessy dari Borneo FC dan Rahmat Arjuna dari Bali United harus meninggalkan lapangan setelah terlibat insiden pada menit ke-35.

Situasi semakin panas setelah Tim Receveur dari Bali United kembali mendapat kartu merah pada babak kedua. Dengan kondisi tersebut, pertandingan berlangsung lebih terbuka karena kedua tim sama-sama bermain dengan jumlah pemain yang tidak lengkap.

Borneo FC akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-54. Juan Felipe Villa Ruiz menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti dan berhasil membawa Pesut Etam unggul 1-0.

Keunggulan tersebut mampu dipertahankan Borneo FC hingga pertandingan berakhir. Bali United gagal mencetak gol balasan dan harus menerima kekalahan perdana mereka pada musim ini.

Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo menyebut timnya sebenarnya mampu mengontrol pertandingan sebelum dua kartu merah mengubah jalannya laga.

“Ini pertandingan yang gila. Saya pikir sejak awal sampai sebelum kartu merah, kami cukup mengontrol pertandingan. Kami bermain stabil dan menciptakan beberapa situasi untuk mencetak gol,” kata Mauro dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Menurut Mauro, situasi setelah kartu merah membuat pertandingan menjadi lebih terbuka. Borneo FC pun harus beradaptasi dengan ruang permainan yang semakin besar.

“Setelah kartu merah, pertandingan menjadi terlalu terbuka. Kami harus mengubah banyak hal. Kami harus lebih tenang dan lebih baik dalam menjaga penguasaan bola,” ujarnya.

Mauro juga mengakui Borneo FC masih memiliki sejumlah hal yang harus diperbaiki, terutama dalam memanfaatkan peluang ketika mendapatkan ruang di lini pertahanan lawan.

“Kami punya banyak ruang dan beberapa situasi tiga lawan dua, dua lawan dua, tiga lawan tiga. Kami harus lebih efisien dalam situasi seperti itu,” katanya.

Meski demikian, Mauro menilai kemenangan atas Bali United penting bagi Borneo FC setelah sebelumnya kalah dari Persija Jakarta dan Dewa United di Stadion Segiri. Ia menyebut tim kini memiliki waktu untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki permainan.

“Yang penting kami mendapatkan tiga poin. Sekarang kami punya sedikit waktu untuk bernapas dan bekerja untuk apa yang harus kami lakukan selanjutnya,” ujar Mauro.

Related posts

Dua Kartu Merah Warnai Babak Pertama Borneo FC Vs Bali United, Skor 0-0

Rizki

THB Porprov Belum Terbit, Samarinda Belum Bisa Finalisasi Kontingen

R'sya Rahmadina

Cegah Pengaturan Skor, KONI Kaltim Syaratkan Cabor Diikuti Minimal 4 Daerah

R'sya Rahmadina