Samarinda, Infosatu.co – Keterbatasan daya tampung di SMPN membuat tidak seluruh lulusan SD di Kota Samarinda dapat diterima di sekolah negeri.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menegaskan, kondisi tersebut terjadi karena kapasitas SMP negeri memang lebih kecil dibanding jumlah lulusan SD setiap tahunnya.
Kepala Bidang SMP Disdikbud Samarinda Mohammad Wahiduddin mengungkapkan secara keseluruhan daya tampung pendidikan menengah pertama di Kota Tepian sebenarnya masih mencukupi apabila memperhitungkan sekolah negeri dan swasta.
“Kalau antara SDN dengan SMPN sebenarnya seimbang, cuma kita juga harus memperhatikan sekolah swasta. Jadi ketersediaan rombongan belajar itu tercukupi jika negeri dan swasta dihitung bersama,” katanya, Senin 6 Juli 2026.
Tahun ini terdapat sekitar 13.079 lulusan SD, sementara kapasitas SMPN hanya mampu menampung sekitar 10 ribu siswa. Kondisi tersebut membuat sebagian lulusan memang harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
“Jadi memang tidak semuanya bisa tertampung ke SMPN,” katanya.
Meski demikian, Wahiduddin mengungkapkan masih terdapat sekitar 430 kursi yang belum terisi di sejumlah SMPN di Kota Samarinda setelah proses penerimaan awal selesai.
Menurutnya, sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota akan diberikan kesempatan untuk menerima siswa hingga daya tampung terpenuhi.
“Masih ada sekitar 430 siswa atau kuota yang belum terpenuhi di seluruh Kota Samarinda. Sekolah masih bisa menampung siswa yang belum mendapat sekolah,” jelasnya.
Proses pemenuhan kuota tersebut akan diserahkan kepada masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan skala prioritas. Salah satu pertimbangan utama ialah domisili calon siswa yang berada dekat dengan sekolah.
“Misalnya memprioritaskan yang tempat tinggalnya dekat dengan sekolah, kemudian mereka yang memang mendaftar di sekolah tersebut. Sekolah lebih tahu mekanismenya karena masing-masing sekolah bervariasi,” ungkapnya.
Ia mengatakan kekosongan kuota umumnya terjadi di sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran Kota Samarinda, seperti wilayah Palaran maupun Samarinda Utara.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang anaknya belum memperoleh sekolah untuk segera memantau sekolah-sekolah yang masih memiliki kursi kosong dan segera melakukan pendaftaran.
“Silakan masyarakat melihat sekolah yang kuotanya memang belum terpenuhi. Harus gerak cepat untuk mendaftar ke sekolah yang masih tersedia kuotanya,” terangnya.
Sementara bagi siswa yang tetap tidak memperoleh kursi di SMPN, Disdikbud kembali menegaskan sekolah swasta menjadi alternatif karena kapasitas sekolah negeri memang memiliki keterbatasan.
“Kalau negeri punya keterbatasan. Kalau tidak bisa masuk negeri ya ke sekolah swasta,” tutupnya.
