infosatu.co
PENDIDIKAN

Progres Sekolah Rakyat Samarinda Capai 84 Persen, Fasilitas Dasar Siap Sambut Siswa

Teks: Sekolah rakyat yang berlokasi di Jalan Stadion Utama, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Progres pembangunan Sekolah Rakyat Samarinda telah mencapai 84 persen. Meski pembangunan masih berlangsung, fasilitas dasar yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dipastikan telah siap digunakan menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Kalimantan Timur Ryan Randu Perdana Lubis mengatakan fasilitas utama yang akan digunakan saat MPLS menjadi prioritas penyelesaian agar kegiatan dapat dimulai sesuai jadwal pada 14 Juli 2026.

“Progres pembangunan Sekolah Rakyat Samarinda saat ini sudah mencapai 84 persen. Untuk MPLS tanggal 14 Juli nanti kami sudah menyiapkan tiga asrama, satu gedung kelas, satu dapur, dan satu kantin. Kapasitas tersebut bahkan sudah lebih dari cukup untuk melayani sekitar 270 siswa yang akan memulai kegiatan pertama,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.

Ryan menjelaskan, pembangunan akan tetap dilanjutkan setelah MPLS berlangsung. Pada akhir Juli, fasilitas pendidikan akan kembali bertambah seiring pemindahan siswa dari sekolah rintisan ke kompleks permanen.

“Untuk akhir Juli nanti kami menyiapkan tambahan empat asrama, satu gedung sekolah lagi, dua kantin, dan mudah-mudahan rumah ibadah serta masjid juga sudah selesai sehingga bisa langsung dimanfaatkan,” katanya.

Ia menambahkan, sesuai kontrak, pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada 9 Agustus 2026.

“Kami berharap penyedia jasa mampu menyelesaikan seluruh pembangunan pada 9 Agustus sehingga seluruh fasilitas bisa dimanfaatkan dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Samarinda,” ujarnya.

Menurut Ryan, percepatan pembangunan menghadapi tantangan berupa cuaca yang tidak menentu serta keterbatasan tenaga kerja konstruksi yang juga dibutuhkan di berbagai proyek lain.

“Kendala nonteknis yang paling utama adalah cuaca karena hujan di Samarinda cukup sulit diprediksi. Selain itu kami juga harus berpacu memenuhi kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang saat ini juga dibutuhkan di berbagai proyek lain,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan aktivitas pembangunan tidak akan mengganggu proses belajar mengajar. Area konstruksi dan area pendidikan telah dipisahkan untuk menjamin keamanan para siswa.

“Area belajar dan area konstruksi akan dipisahkan dengan pagar sehingga aktivitas siswa tetap aman. Kami sudah memetakan seluruh kawasan agar pekerjaan pembangunan yang masih berjalan tidak mengganggu proses MPLS maupun kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Ryan juga memastikan seluruh kebutuhan dasar telah tersedia sebelum siswa mulai masuk sekolah.

“Untuk kebutuhan air bersih dan listrik, alhamdulillah saat ini sudah siap digunakan. Pasokan listrik maupun air telah dioptimalkan bersama pihak terkait sehingga fasilitas dasar bagi siswa sudah tersedia,” pungkasnya.

Related posts

Tugas Akhir Tak Harus Skripsi, IKIP PGRI Kaltim Dorong Mahasiswa Ciptakan Karya Berdampak

Rizki

73 Mahasiswa IKIP PGRI Kaltim Ikuti Yudisium Tahap Pertama, Mayoritas Lulus Kurang dari Empat Tahun

Rizki

Pembangunan Masih Berlangsung, MPLS Sekolah Rakyat Samarinda Tetap Digelar 14 Juli

Rizki