infosatu.co
PENDIDIKAN

Pembangunan Masih Berlangsung, MPLS Sekolah Rakyat Samarinda Tetap Digelar 14 Juli

Teks: Sekolah rakyat yang berlokasi di Jalan Stadion Utama, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi angkatan pertama Sekolah Rakyat tetap dimulai pada 14 Juli 2026, meski pembangunan gedung permanen masih terus diselesaikan.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat terus dikebut agar pelaksanaan MPLS dapat dimulai sesuai jadwal pada 14 Juli 2026.

“Alhamdulillah progres pembangunan terus berjalan. Mudah-mudahan semuanya sesuai harapan sehingga tanggal 14 Juli nanti MPLS bisa dilaksanakan sebagaimana direncanakan,” ujarnya usai meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Palaran, Rabu, 8 Juli 2026.

Meski optimistis, Saefuddin mengakui masih ada sejumlah pekerjaan yang harus segera dirampungkan, terutama pada penyelesaian beberapa bagian bangunan dan fasilitas penunjang.

Karena itu, ia meminta penyedia jasa mempercepat pekerjaan agar seluruh catatan yang ditemukan saat peninjauan dapat diselesaikan sebelum siswa mulai masuk.

“Masih ada beberapa pekerjaan yang perlu dirapikan dan diselesaikan. Waktunya tinggal beberapa hari lagi menuju MPLS, jadi semuanya harus dipercepat,” katanya.

Ia berharap Sekolah Rakyat Samarinda dapat menjadi percontohan pengembangan pendidikan inklusif di Kalimantan Timur sekaligus memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Semoga sekolah ini bisa menjadi percontohan di Kalimantan Timur. Sejauh ini baru Samarinda yang memiliki Sekolah Rakyat permanen seperti ini,” ujarnya.

Saefuddin menegaskan, percepatan pembangunan tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas aman dan nyaman digunakan saat kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Pekerjaan sipil memang tidak mudah, tetapi kami berharap seluruh catatan yang ada hari ini bisa segera dituntaskan sehingga sekolah siap digunakan,” pungkasnya.

Related posts

Tugas Akhir Tak Harus Skripsi, IKIP PGRI Kaltim Dorong Mahasiswa Ciptakan Karya Berdampak

Rizki

73 Mahasiswa IKIP PGRI Kaltim Ikuti Yudisium Tahap Pertama, Mayoritas Lulus Kurang dari Empat Tahun

Rizki

Kekurangan 500 Guru, DPRD Usulkan Skema PJLP Dibiayai APBD

Emmy Haryanti