infosatu.co
EKONOMI

PAD Bontang 2025 Capai 104 Persen, SiLPA Tercatat Rp178 Miliar

Teks: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyerahkan laporan pertanggungjawaban APBD 2025 dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan III DPRD Kota Bontang Tahun 2026. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bontang pada tahun anggaran 2025 tercatat melampaui target. Di sisi lain, pemerintah daerah juga membukukan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp178 miliar.

Data tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan III DPRD Kota Bontang Tahun 2026, saat Pemerintah Kota Bontang menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin, 15 Juni 2026.

Dalam laporan keuangan daerah yang dipaparkan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, total pendapatan daerah tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp2,89 triliun dan terealisasi Rp2,84 triliun atau 98,49 persen.

Sementara itu, PAD menjadi salah satu komponen dengan capaian di atas target. PAD yang ditargetkan sebesar Rp384,83 miliar terealisasi Rp400,47 miliar atau 104,07 persen.

Realisasi PAD tersebut berasal dari pajak daerah sebesar Rp210,84 miliar, retribusi daerah Rp132,96 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp4,30 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp52,35 miliar.

Untuk pendapatan transfer, dari target Rp2,47 triliun terealisasi Rp2,42 triliun atau 97,77 persen. Transfer pemerintah pusat tercatat melampaui target, sementara transfer pemerintah provinsi mencapai 87,63 persen.

Dari sisi belanja, Pemkot Bontang menganggarkan Rp3,17 triliun dan merealisasikan Rp2,95 triliun atau 93,01 persen. Belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp1,75 triliun.

Belanja pegawai terealisasi Rp767,92 miliar atau 96,19 persen, sedangkan belanja barang dan jasa mencapai Rp911,38 miliar atau 90,89 persen.

Pada belanja modal, sektor pembangunan jalan, irigasi, dan jaringan mencatat realisasi Rp769,89 miliar atau 96,61 persen dari anggaran Rp796,95 miliar.

Sementara itu, belanja tidak terduga yang dianggarkan Rp6,22 miliar hanya terealisasi Rp705 juta atau 11,33 persen, yang digunakan antara lain untuk santunan kematian serta penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pemkot Bontang juga mencatat penerimaan pembiayaan sebesar Rp282,15 miliar yang seluruhnya berasal dari pemanfaatan SiLPA tahun sebelumnya, tanpa adanya pengeluaran pembiayaan pada 2025.

Berdasarkan perhitungan pendapatan, belanja, dan pembiayaan, pemerintah daerah mencatat SiLPA tahun 2025 sebesar Rp178 miliar.

Dalam neraca per 31 Desember 2025, total aset Pemerintah Kota Bontang tercatat Rp6,9 triliun, meningkat 4,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kewajiban daerah turun menjadi Rp22,44 miliar, sehingga ekuitas daerah mencapai Rp6,87 triliun.

Neni Moerniaeni menyampaikan, laporan keuangan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas pelaksanaan APBD 2025.

“Secara umum, kinerja keuangan daerah menunjukkan hasil yang baik, dengan realisasi pendapatan mencapai 98,49 persen dan PAD yang melampaui target sebesar 104,07 persen,” tandasnya.

Related posts

Antisipasi Lonjakan PHK Tambang, DPRD Samarinda Usulkan Skema Modal Usaha Tanpa Bunga

Emmy Haryanti

Sensus Ekonomi 2026 di Bontang Siap Dilaksanakan, Petugas Mulai Diterjunkan

Rizki

Penetrasi Internet Kaltim Tembus 80,63 Persen, Peluang Ekonomi Digital Kian Terbuka

Emmy Haryanti