Samarinda, Infosatu.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membuka pasar baru bagi hasil tangkapan nelayan di Kalimantan Timur (Kaltim). Meningkatnya kebutuhan ikan sebagai bahan baku menu bergizi dinilai memberikan peluang ekonomi sekaligus memperkuat penyerapan produksi perikanan lokal.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Petrijansyah Noor mengatakan hasil tangkapan nelayan kini menjadi salah satu komoditas yang diserap untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program MBG.
“Hasil tangkapan melimpah dari nelayan di perairan kita kini diserap langsung sebagai sumber gizi utama bagi penerima manfaat program nasional,” katanya.
Menurutnya, hingga saat ini Program MBG di Kaltim telah menjangkau 332.474 penerima manfaat yang dilayani oleh 145 SPPG. Kondisi tersebut turut menciptakan permintaan baru terhadap ikan hasil tangkapan nelayan.
Meski kebutuhan pasokan dikelola masing-masing SPPG, DKP Kaltim memastikan produksi perikanan daerah masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Walaupun volume pasti pasokan dikelola penuh oleh satuan pelayanan, kami sangat menjamin ketersediaan ikan lokal senantiasa mencukupi kebutuhan dapur sehat SPPG,” jelasnya.
Ketersediaan pasokan tersebut didukung tren peningkatan produksi perikanan tangkap yang terus tumbuh dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, produksi mencapai 214.694 ton, meningkat menjadi 218.987 ton pada 2025. Sementara hingga semester pertama 2026, produksi telah mencapai sekitar 111.200 ton.
DKP Kaltim memproyeksikan total produksi perikanan tangkap hingga akhir 2026 dapat menembus 223.300 ton. Angka tersebut dihitung berdasarkan rata-rata pertumbuhan produksi sebesar 1,75 persen dalam 13 tahun terakhir.
Selain menopang kebutuhan pasar domestik, termasuk Program MBG, hasil perikanan Kaltim juga masih memiliki daya saing di pasar internasional. Produk perikanan daerah secara rutin diekspor ke sejumlah negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, China, dan Malaysia.
“Dengan meningkatnya permintaan dari dalam negeri dan tetap terbukanya pasar ekspor, sektor perikanan tangkap dinilai memiliki prospek yang semakin baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir serta meningkatkan pendapatan nelayan di Kaltim,” pungkasnya.
