infosatu.co
PEMERINTAH

Kekeringan hingga Karhutla Belum Berakhir, Pemkot Samarinda Lengkapi Upaya dengan Salat Istisqa

Teks: Salat Istisqa yang digelar Pemkot Samarinda bersama Forkopimda. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Kekeringan yang melanda Kota Samarinda dalam kurun dua bulan ini belum juga berakhir. Kondisi kemarau panjang turut memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga krisis air di banyak titik sehingga berbagai upaya penanggulangan dan kesiapsiagaan terus dilakukan pemerintah bersama TNI-Polri, masyarakat, hingga relawan.

Di tengah upaya tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melengkapinya dengan ikhtiar spiritual melalui salat istisqa atau salat meminta hujan.

Salat istisqa dilaksanakan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Samarinda di halaman Balai Kota Samarinda, Jumat, 11 September 2026 pagi.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyebut pemerintah bersama TNI-Polri telah melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi kekeringan dan kemarau panjang. Penanganan tersebut juga melibatkan masyarakat dan relawan.

Namun, upaya tersebut dinilai perlu dilengkapi dengan ikhtiar melalui doa, mengingat hujan menjadi hal yang paling dinantikan untuk mengakhiri dampak kemarau.

“Tapi itu belum sempurna, kita harus mengetuk pintu langit karena hujan adalah satu-satunya yang kita tunggu,” kata Andi Harun.

Menurutnya, pelaksanaan salat istisqa menjadi bagian dari ikhtiar Pemkot Samarinda bersama Forkopimda agar upaya menghadapi kemarau panjang dilakukan secara menyeluruh.

“Semoga upaya kita ini menjadi lengkap. Penanggulangan dan kesiapsiagaan dilakukan secara kolaboratif TNI-Polri satu sisi, tapi juga kita mengetuk sekencang-kencangnya pintu langit kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, semoga hujan segera turun dan masalah kita bisa selesai,” ujarnya.

Andi Harun berharap hujan yang turun nantinya membawa keberkahan sekaligus membantu mengatasi berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi kering, mulai dari karhutla, kebakaran lahan hingga intrusi air.

“Kita harapkan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, jika hujan turun yang penuh barokah, maka masalah karhutla, intrusi air, kebakaran lahan, dan lain-lain itu akan teratasi,” sebut orang nomor satu di Kota Tepian itu.

Selain mengandalkan langkah penanganan di lapangan, Andi Harun juga mengajak masyarakat Kota Samarinda untuk memperbanyak doa agar hujan segera turun.

Ia berharap hujan yang turun nantinya bukan hanya mengakhiri kemarau, tetapi juga membawa kesuburan dan keberkahan bagi masyarakat serta lingkungan Kota Samarinda.

“Karena itu saya juga mengimbau masyarakat, warga Kota Samarinda khususnya, ayo banyak-banyak kita istigfar, berdoa, semoga hujan segera turun. Hujan yang barokah, hujan yang menyuburkan, hujan yang memberikan keberuntungan sebagaimana tadi doa khatib, hujan yang memberkahi Kota Samarinda,” pungkasnya.

Related posts

Bukan Cuma Pasar Pagi, Andi Harun Soroti Praperadilan yang Menyangkut Lima Proyek

Emmy Haryanti

Pemkot Samarinda Ingin Pematangan Lahan Diawasi Sejak Sebelum Izin Terbit

Emmy Haryanti

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kaltim Meningkat, Pemprov Siapkan Tim Lintas Sektor

Emmy Haryanti