Samarinda, Infosatu.co – Raim Laode dijadwalkan tampil dalam Festival Merah Putih Kaltim pada 23 Agustus 2026. Kehadiran penyanyi dan komika tersebut menjadi salah satu hiburan utama dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Timur.
Festival Merah Putih digelar di Lapangan Parkir Convention Hall Samarinda pada 22-23 Agustus.
Selain panggung hiburan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang berkumpul masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM dan komunitas.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan konsep perayaan tahun ini disesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Pemprov Kaltim tidak mengalokasikan anggaran untuk konser besar seperti pada tahun sebelumnya.
Namun, keterbatasan anggaran tidak membuat rangkaian HUT RI ditiadakan. Pemerintah memilih mengandalkan kolaborasi dengan komunitas dan sektor swasta.
“Semangat peringatannya tidak berkurang. Konsepnya yang kami sesuaikan. Tahun ini lebih sederhana, tetapi tetap meriah dan yang paling penting memberikan manfaat ekonomi langsung kepada UMKM serta komunitas lokal Kaltim,” ujar Ririn saat jumpa pers di Diskominfo Kaltim, Kamis, 13 Agustus 2026.
Lebih dari 50 UMKM akan dilibatkan dalam bazar Festival Merah Putih. Selain itu, masyarakat dapat mengikuti fun walk, sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan, perpustakaan keliling hingga berbagai perlombaan.
Kegiatan juga melibatkan KORMI Kaltim, Dekranasda Kaltim dan PKK Kaltim. Sementara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kaltim turut mendukung penyelenggaraan, termasuk menghadirkan panggung hiburan pada malam penutupan yang akan dimeriahkan Raim Laode.
“Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi semangat kita untuk merayakan kemerdekaan. Justru ini menjadi momentum untuk menggerakkan kolaborasi, termasuk mendorong sektor swasta dan komunitas ikut mengambil bagian,” kata Ririn.
Sebelum Festival Merah Putih, sejumlah agenda telah disiapkan Pemprov Kaltim sejak 12 Agustus.
Rangkaian diawali dengan peringatan Hari Veteran Nasional pada 12 Agustus. Kemudian pada 13 Agustus digelar gladi kader peserta upacara serta penganugerahan Satyalancana Karya Satya kepada 414 ASN dengan masa pengabdian 10, 20 dan 30 tahun.
Pada 14 Agustus dilaksanakan gladi kotor, kemudian dilanjutkan Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan Samarinda pada malam harinya.
Gladi bersih sekaligus pengukuhan Paskibraka Provinsi Kaltim dijadwalkan 15 Agustus. Sehari berikutnya dilakukan persiapan akhir sebelum pelaksanaan puncak peringatan.
Upacara detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus akan berlangsung di Stadion Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, mulai pukul 09.00 WITA. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara.
Setelah upacara, rangkaian dilanjutkan dengan penyerahan remisi kepada narapidana di Lapas Kelas IIA Samarinda. Sore harinya, upacara penurunan Bendera Merah Putih kembali digelar di Stadion Kadrie Oening.
Menurut Ririn, seluruh rangkaian tersebut tetap diarahkan untuk menjaga makna peringatan kemerdekaan meski dilaksanakan dengan konsep yang lebih sederhana.
“Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen penuh. Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tetap digelar dengan penuh makna, sederhana, dan khidmat,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat tidak hanya merayakan HUT RI sebagai seremoni, tetapi turut mendukung pelaku UMKM, komunitas dan generasi muda yang terlibat dalam berbagai kegiatan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk bersama-sama memeriahkan rangkaian HUT Kemerdekaan tahun ini. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan gembira, dukung UMKM kita, dan beri ruang kepada anak-anak muda serta komunitas untuk berkarya dan bergembira,” pungkas Ririn.
