Samarinda, Infosatu.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akan mendorong pembinaan cabang olahraga (cabor) padel diperluas hingga menjangkau 10 kabupaten/kota.
Wakil Ketua Umum II KONI Kalimantan Timur (Kaltim) Dandri Dauri menyebutkan saat ini baru lima daerah yang mengirimkan atlet untuk mengikuti Seleksi Daerah (Selekda) Padel Kaltim.
Dandri mengatakan perluasan pembinaan menjadi penting karena Padel mulai diarahkan memiliki jenjang prestasi yang lebih panjang, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Babak Kualifikasi (BK) PON atau Pra-PON, hingga PON.
“Kami dari sudut pandang KONI Kalimantan Timur berharap penyempurnaan. Ini baru terbentuk lima, mudah-mudahan ke depan menjadi 10 KONI kabupaten kota yang terwakili,” ujarnya ketika meninjau Selekda Padel Kaltim di Aubry Juanda, Samarinda, Rabu, 16 September 2026.
Selekda yang berlangsung 16–18 September 2026 tersebut diikuti 59 atlet dari lima kabupaten/kota. Kelima daerah itu yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Berau dan satu daerah lainnya.
Menurut Dandri, meski tergolong cabor baru, perkembangan padel di Kaltim menunjukkan antusiasme yang cukup besar. Karena itu, hasil Selekda diharapkan dapat menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat potensi atlet yang bisa dikembangkan ke jenjang berikutnya.
“Mudah-mudahan hasil seleksi daerah ini bisa menjadi barometer lagi. Ada Porprov di depan, ada BK PON ataupun Pra-PON,” harapnya.
KONI Kaltim juga telah membahas padel untuk dimainkan dalam status ekshibisi dengan Samarinda sebagai tuan rumah. Dandri menyebut penyelenggaraan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pemetaan prestasi padel di Kaltim.
“Mudah-mudahan datangnya mereka ini bisa menjadi unggulan sehingga kalkulasi untuk kita jangka panjang sampai di PON di NTB-NTT sudah bisa kita hitung dari hari ini,” jelasnya.
Dari sisi sarana, Dandri menilai Kaltim memiliki sejumlah venue yang dapat menunjang perkembangan padel. Lapangan padel telah banyak tersedia di Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Berau.
Dengan dukungan fasilitas tersebut, KONI Kaltim membuka peluang agar Kaltim dapat menjadi tuan rumah BK PON atau Pra-PON padel apabila kesempatan tersebut tersedia.
“Kalau BK PON atau Pra-PON bisa diselenggarakan di Kalimantan Timur, kita siap kok. Venue sudah banyak,” tuturnya.
Selain pembinaan atlet, Dandri meminta pengurus padel memperkuat struktur organisasi di kabupaten/kota. Hal itu berkaitan dengan rencana pengesahan padel sebagai anggota KONI Kaltim. Proses tersebut ditargetkan dilakukan pada 2027 sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
“Bersabar, kami akan mengesahkan teman-teman padel menjadi anggota di tahun 2027 karena mekanisme yang mengatur seperti itu,” pungkasnya.
