Samarinda, Infosatu.co – Berakhirnya Piala Dunia 2026 membuat perhatian pencinta sepak bola mulai beralih ke turnamen besar berikutnya, yakni UEFA European Championship (Euro) 2028.
Ajang empat tahunan antarnegara Eropa itu dijadwalkan berlangsung pada 9 Juni hingga 9 Juli 2028 dengan menghadirkan 24 tim terbaik di Benua Biru.
Euro 2028 akan menjadi edisi ke-18 sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen. Selama sekitar satu bulan, sebanyak 51 pertandingan akan digelar mulai dari fase grup hingga partai final.
Sebelum putaran final berlangsung, UEFA telah menetapkan tahapan menuju Euro 2028, yakni pengundian grup kualifikasi pada Desember 2026, pertan-off pada Maret 2028.
Berbeda dengan Euro 2024 yang sepenuhnya digelar di Jerman, Euro 2028 akan diselenggarakan bersama oleh empat negara, yakni Inggris, Republik Irlandia, Skotlandia, dan Wales.
Laga final dijadwalkan berlangsung di Wembley Stadium, London, yang kembali dipercaya menjadi panggung penentuan juara Eropa.
Sebanyak 10 stadion telah ditetapkan sebagai venue pertandingan, terdiri atas:
Inggris
Wembley Stadium (London)
Tottenham Hotspur Stadium (London)
City of Manchester Stadium (Manchester)
Everton Stadium (Liverpool)
St James’ Park (Newcastle)
Villa Park (Birmingham)
Skotlandia
Hampden Park (Glasgow)
Republik Irlandia
Aviva Stadium (Dublin)
Irlandia Utara
Casement Park (Belfast)
Wales
Millennium Stadium (Cardiff)
UEFA juga menerapkan format baru dalam sistem kualifikasi. Untuk pertama kalinya, seluruh negara tuan rumah tetap diwajibkan mengikuti babak kualifikasi sehingga tidak lagi otomatis lolos ke putaran final.
Sebanyak 54 negara akan dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat atau lima tim.
Nantinya, 20 tim yang lolos langsung ke putaran final, terdiri atas 12 juara grup dan delapan runner-up terbaik.
Sisa tiket akan diperebutkan melalui babak play-off pada Maret 2028. Jumlah slot play-off bergantung pada penggunaan maksimal dua slot cadangan bagi negara tuan rumah yang gagal lolos melalui jalur kualifikasi.
Dengan format baru tersebut, seluruh peserta, termasuk negara penyelenggara, tetap harus bersaing untuk mengamankan tempat di putaran final sehingga persaingan menuju Euro 2028 diperkirakan berlangsung lebih kompetitif dibanding edisi-edisi sebelumnya.
