Samarinda, Infosatu.co – Kenaikan harga sapi kurban mulai terjadi di Samarinda menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Meningkatnya biaya transportasi pengiriman ternak dari daerah pemasok disebut menjadi faktor utama yang mendorong harga hewan kurban lebih mahal dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Samarinda memastikan ketersediaan sapi dan kambing untuk kebutuhan kurban masyarakat masih dalam kondisi aman.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKPP Samarinda Maskuri mengatakan pasokan sapi terus berdatangan ke Samarinda hingga akhir Mei 2026 guna mengantisipasi tingginya permintaan menjelang Iduladha.
Menurutnya, persoalan utama yang saat ini dihadapi ialah kenaikan biaya distribusi ternak dari daerah pemasok, termasuk dari Kupang yang berdampak langsung pada harga jual sapi di tingkat pedagang.
“Stok sapi masih aman. Memang ada kenaikan harga dibanding sebelumnya karena biaya angkut juga meningkat,” katanya, Kamis 21 Mei 2026.
Saat ini harga sapi hidup berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Sementara harga per ekor dipasarkan mulai Rp18 juta hingga Rp35 juta tergantung ukuran dan bobot sapi.
Maskuri menjelaskan, sejak Februari 2026 sekitar 15.200 ekor sapi telah masuk melalui pasar hewan di Samarinda. Sebagian besar pasokan berasal dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan kurban di berbagai wilayah, termasuk Samarinda.
Ia menyebut kebutuhan hewan kurban di Samarinda dalam dua tahun terakhir rata-rata mencapai sekitar 5.700 ekor sapi dan sekitar 3 ribu ekor kambing maupun domba setiap momentum Iduladha.
Selain persoalan harga, DKPP juga menyoroti tingginya ketergantungan terhadap pasokan sapi dari luar daerah. Karena itu, peternak lokal mulai didorong untuk meningkatkan produksi melalui program penggemukan sapi guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Maskuri, sapi hasil peternak lokal umumnya memiliki kualitas fisik yang lebih baik dibanding sapi kiriman, meski dijual dengan harga relatif lebih tinggi.
“Masyarakat sebenarnya bisa mendapatkan sapi dengan kualitas bagus dari peternak lokal. Harganya memang lebih tinggi, tetapi kondisi dan performa sapinya juga lebih baik,” katanya.
Di sisi lain, DKPP Samarinda juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna mencegah peredaran ternak yang tidak layak jual menjelang Iduladha.
“Pemeriksaan dilakukan terhadap sapi maupun kambing yang masuk dan diperdagangkan di wilayah Samarinda agar kondisi hewan tetap sehat dan memenuhi syarat kurban,” pungkasnya.
