infosatu.co
PENDIDIKAN

Belajar Demokrasi di DPRD, Siswa SMAN 13 Samarinda Didorong Jadi Calon Pemimpin Bangsa

Teks: Wakil Kepala Kesiswaan SMA Negeri 13 Samarinda, Silvi Marini (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Kunjungan edukatif ke DPRD Kota Samarinda menjadi pengalaman berharga bagi 45 siswa SMA Negeri 13 Samarinda.

Melalui pertemuan bersama Komisi IV, para pelajar yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) diajak mengenal langsung peran dan ruang lingkup DPRD dalam sistem demokrasi.

Teks: Foto Bersama (Infosatu.co/Firda)

Kunjungan ini dinilai sangat relevan dengan pembinaan karakter mereka.

Hal ini mengingat kedua organisasi tersebut merupakan wadah bagi siswa SMA Negeri 13 Samarinda.

Tujuannya untuk belajar kepemimpinan, melatih tanggung jawab, kemampuan berorganisasi, serta keberanian menyampaikan aspirasi.

Usai kegiatan, Wakil Kepala Kesiswaan SMA Negeri 13 Samarinda, Silvi Marini, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa.

Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan bagi peserta didik.

“Yang jelas kami dari SMA 13 mengucapkan terima kasih karena menurut kami ini salah satu ajang pembelajaran siswa untuk mengenal kepemimpinan, salah satunya lewat anggota dewan,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia berharap pengalaman ini dapat memotivasi siswa untuk lebih bersemangat dan bercita-cita lebih tinggi.

“Harapannya anak-anak saya ini bisa seperti anggota dewan, kemudian bisa menjadi pemimpin bangsa di negara ini,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang hadir merupakan kelas 10 dan kelas 11 dengan total siswa yang dibawa sebanyak 45 orang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual, agar siswa memahami secara langsung bagaimana lembaga legislatif daerah bekerja dalam sistem demokrasi.

Related posts

Warga Serbu Festival Literasi Kaltim, Buku Murah Diburu Sejak Pagi

R'sya Rahmadina

Guru Paruh Waktu SMPN 28 Samarinda Masih Dibayar dari BOSDa

R'sya Rahmadina

Bertahun-tahun Mengajar, Lebih dari 500 Guru Kaltim Tak Punya Status Kepegawaian

Rizki