Samarinda, Infosatu.co – Ketua Umum KONI Kalimantan Timur (Kaltim) Anderiy Syachrum menyebut progres pembangunan venue softball dan baseball untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser telah mencapai 95 persen. KONI optimistis kedua fasilitas pertandingan itu dapat diselesaikan sebelum kompetisi dimulai pada 14 November 2026.
Anderiy mengatakan, perkembangan kesiapan venue diketahui setelah tim melakukan peninjauan dalam agenda Chef de Mission (CDM) Meeting. Menurutnya, kedua venue yang sebelumnya sempat diragukan penyelesaiannya kini menunjukkan kemajuan.
“Jadi, dari hasil peninjauan kami, kesiapan venue tidak perlu diragukan. Kami optimistis seluruhnya dapat diselesaikan tepat waktu. Softball dan baseball yang sebelumnya sempat diragukan, sekarang progresnya sudah 95 persen,” ujarnya saat menemui Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Bupati Paser Fahmi Fadli dan Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa, 3 November 2026.
Dalam penyelenggaraan Porprov kali ini, sebanyak 51 cabang olahraga (cabor) menjadi tanggung jawab panitia di Kabupaten Paser. Sementara lima cabor lainnya digelar secara mandiri di luar daerah tersebut.
Kelima cabor itu meliputi korfball indoor, barongsai, dan woodball di Samarinda, serta petanque di Balikpapan. Adapun pertandingan ski air direncanakan berlangsung di Samarinda atau menyesuaikan ketersediaan venue khusus.
Selain kesiapan fasilitas, KONI Kaltim juga memperketat pemeriksaan administrasi atlet. Verifikasi dilakukan Tim Keabsahan melalui sistem aplikasi yang bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda. Sistem ini digunakan untuk memastikan atlet yang bertanding memenuhi persyaratan domisili dan administrasi sebagai atlet daerah Kaltim.
Anderiy menjelaskan, mekanisme tersebut sekaligus mencegah atlet dari luar daerah berpindah kontingen hanya untuk mengejar bonus.
“Kalau Porprov empat tahun lalu, ada atlet luar Kaltim yang bermain hanya untuk mengejar bonus. Tahun ini sudah tidak bisa. Semuanya harus murni atlet lokal,” tegasnya.
Atlet yang menunjukkan prestasi dalam Porprov ini nantinya diharapkan menjadi bagian dari kekuatan Kaltim untuk menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON mendatang.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Rasman Rading memperkirakan jumlah atlet yang mengikuti Porprov mencapai 8.709 orang. Jika ditambah pelatih dan ofisial, total peserta diproyeksikan menembus 11 ribu orang.
Besarnya jumlah peserta membuat kebutuhan akomodasi menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan. Bupati Paser Fahmi Fadli memastikan venue untuk 51 cabor yang menjadi tanggung jawab penyelenggara telah dipersiapkan dan ditargetkan dapat digunakan sesuai jadwal.
Pemkab Paser juga memastikan setiap venue didukung satu dokter untuk mengantisipasi kebutuhan kesehatan atlet selama kompetisi. Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan cadangan kamar hotel untuk mengakomodasi tamu VIP.
Dari sisi pembiayaan, Rasman mengungkapkan Pemprov Kaltim melalui Dispora hanya menanggung transportasi dan akomodasi perangkat pertandingan, seperti juri dan hakim. Sementara kebutuhan pembiayaan atlet menjadi tanggung jawab masing-masing kontingen.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud pun mengingatkan agar penyelenggara tidak hanya berfokus pada penyelesaian venue. Ketersediaan penginapan, tenaga kesehatan, hingga profesionalitas perangkat pertandingan juga harus dipastikan mengingat ribuan orang akan terlibat dalam ajang tersebut.
Ia meminta dewan hakim dan wasit menjalankan tugas secara profesional agar keputusan pertandingan tidak memicu polemik.
“Pastikan dewan hakim dan wasit jelas dan profesional. Jangan sampai protes lebih banyak daripada prestasi. Pastikan atlet lokal juga terus dibina setelah Porprov,” pesannya.
