Samarinda, Infosatu.co – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur (Kaltim) Jajang Hermawan menyebut Kaltim memiliki posisi strategis dalam perekonomian regional Kalimantan. Kontribusinya mencapai 46,70 persen, ditopang penyaluran kredit perbankan sebesar Rp239,56 triliun.
“Ini mencapai posisi strategis dan kekuatan ekonomi Kalimantan di regional,” ujarnya di Samarinda belum lama ini.
Ia menjelaskan, penyaluran kredit perbankan Kaltim mencapai 38,85 persen dari total kredit di kawasan Kalimantan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di regional tersebut.
Menurut Jajang, capaian itu menjadi modal untuk memperkuat aktivitas ekonomi, mulai dari pengembangan usaha hingga peningkatan kapasitas produksi dan realisasi investasi.
Namun, ia menilai potensi ekonomi Kaltim perlu diikuti percepatan transformasi agar struktur perekonomian daerah semakin beragam dan tidak bergantung pada sektor ekstraktif, seperti batu bara dan migas.
“Ke depan, tentunya Kalimantan Timur memberi peluang besar untuk memperkuat pertumbuhan melalui percepatan transformasi ekonomi, guna membangun struktur ekonomi yang lebih terdiversifikasi, berdaya tahan, dan berkelanjutan,” yakinnya.
Jajang menjelaskan, sumber daya alam berupa batu bara, kelapa sawit, minyak, dan gas bumi membuka peluang pengembangan industri pengolahan serta hilirisasi di Kaltim.
Sementara itu, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) turut menciptakan peluang investasi di sektor perdagangan, logistik, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya. Potensi tersebut dapat diperkuat melalui pengembangan pariwisata unggulan, seperti Pulau Derawan dan Maratua.
“Dari sisi industri, ketersediaan sumber daya alam berupa batu bara, kelapa sawit, serta potensi minyak dan gas bumi membuka peluang menopang industri pengolahan dan hilirisasi,” jelasnya.
Untuk memperluas investasi, BI bersama Pemerintah Provinsi Kaltim dan otorita IKN memperkuat promosi melalui Regional Investment Relations Unit (RIRU).
Sepanjang 2025, RIRU menyelenggarakan enam forum investasi domestik dan internasional untuk mempromosikan 10 proyek investasi. Kegiatan tersebut menghasilkan 117 pertemuan bisnis, 16 letter of intent (LoI), dua nota kesepahaman, serta satu proyek yang memasuki tahap konstruksi.
Jajang berharap Mahakam Investment Forum 2026 menjadi ruang bagi pemerintah, investor, dan pelaku usaha untuk memperkuat kemitraan serta mempertemukan proyek potensial dengan calon investor.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, otorita IKN, investor, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan investasi di Kalimantan Timur.
