Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mengembangkan gagasan untuk menghubungkan kawasan Sungai Karang Mumus dengan sejumlah destinasi wisata kota.
Konsep tersebut mencakup pengembangan transportasi sungai tradisional “tambangan” hingga konektivitas dengan kawasan Teras Samarinda dan Pecinan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pengembangan kawasan Karang Mumus tidak hanya diarahkan pada penataan fisik, tetapi juga memiliki peluang untuk mendukung sektor pariwisata.
Salah satu gagasan yang tengah dikembangkan adalah revitalisasi tambangan sebagai moda transportasi sungai yang dapat menjadi bagian dari jalur wisata. Bentuk tradisionalnya akan tetap dipertahankan, namun desain dan kapasitasnya akan disesuaikan dengan kebutuhan.
“Tambangan itu nanti kita desain ulang, bentuk dasarnya tetap, tetapi ukurannya bisa lebih besar sehingga bisa mengangkut sekitar 10 sampai 40 penumpang,” katanya belum lama ini.
Menurutnya, keberadaan tambangan dapat dikembangkan sebagai penghubung antarkawasan. Jalur tersebut nantinya diharapkan terkoneksi dengan Teras Samarinda serta kawasan Pecinan yang sejak awal masuk dalam konsep pengembangan kawasan kota.
Namun, gagasan tersebut masih terus berkembang dan membutuhkan perencanaan secara bertahap. Integrasi berbagai kawasan dinilai penting agar pengembangan wisata Samarinda tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Gagasan ini terus tumbuh dan hidup karena banyak yang kita mau koneksikan, termasuk kawasan pecinan yang memang sudah dari awal menjadi kita rencanakan,” terangnya.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda tetap menjalankan sejumlah pekerjaan yang berkaitan dengan kawasan Karang Mumus. Normalisasi Sungai Karang Mumus di sektor Pelita tepat di seberang Jalan Tarmidzi direncanakan mulai dikerjakan pada November 2026.
Sementara pengembangan kawasan lainnya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemkot juga membuka peluang dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat maupun sumber pendanaan lainnya.
Bagi orang nomor satu di Kota Tepian itu, keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan perencanaan jangka panjang, akan tetapi gagasan pengembangan kawasan tetap perlu disiapkan agar pelaksanaannya dapat dilakukan ketika dukungan anggaran tersedia.
“Yang penting gagasan tidak boleh berhenti. Kerja, kerja, kerja terus sekuat yang kita mampu,” pungkasnya.
