Samarinda, Infosatu.co – Pilihan minuman dengan label less sugar semakin mudah ditemukan, termasuk teh rasa buah seperti lychee tea. Bagi sebagian orang, pilihan ini dianggap lebih baik karena kandungan gulanya dikurangi dibandingkan varian reguler.
Namun, label less sugar tidak serta-merta berarti minuman tersebut bebas gula atau bisa dikonsumsi tanpa batas.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan masyarakat membatasi konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per orang per hari. Batas tersebut mencakup gula yang berasal dari makanan maupun minuman yang dikonsumsi sepanjang hari.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi free sugars kurang dari 10 persen dari total energi harian. Untuk pola makan 2.000 kalori, jumlah tersebut setara dengan sekitar 50 gram gula per hari.
WHO juga menginformasikan, membatasi hingga kurang dari 5 persen atau sekitar 25 gram sehari dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.
Less sugar tetap perlu diperhatikan
Pada minuman seperti lychee tea, rasa manis dapat berasal dari gula yang ditambahkan ke dalam minuman, termasuk sirup atau bahan pemanis lainnya. Karena itu, memilih varian less sugar dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi asupan gula, tetapi jumlah sebenarnya tetap perlu dilihat dari informasi kandungan gizi apabila tersedia.
WHO mendefinisikan free sugars sebagai gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman oleh produsen, penjual, maupun konsumen, termasuk gula yang terdapat secara alami dalam madu, sirup, jus buah dan konsentrat jus buah.
Artinya, satu gelas minuman bukan satu-satunya sumber gula yang perlu diperhitungkan. Konsumsi makanan penutup, camilan manis, kopi susu, teh manis atau minuman berpemanis lainnya pada hari yang sama juga ikut menyumbang asupan gula.
Kemenkes menyebut konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk obesitas dan diabetes.
Karena itu, lychee tea less sugar tetap bisa menjadi pilihan bagi pencinta minuman manis yang ingin mengurangi asupan gula. Namun, kebiasaan tersebut akan lebih optimal jika dibarengi dengan memperhatikan ukuran porsi, membaca informasi kandungan gizi, serta membatasi frekuensi konsumsi minuman berpemanis.
Jadi, less sugar boleh menjadi pilihan, tetapi bukan berarti bebas gula. Yang paling penting adalah menghitung total asupan gula dari seluruh makanan dan minuman dalam sehari.
