infosatu.co
OLAHRAGA

Richie Duta Richardo Juara Polytron Pontianak, Bidik Gelar di Level Super 100

Teks: Richie Duta Richardo sukses meraih gelar juara tunggal putra POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 (foto IST)

Samarinda, Infosatu.co – Richie Duta Richardo berhasil merebut gelar juara sektor tunggal putra pada Polytron Pontianak International Challenge 2026. Unggulan kedua itu menutup turnamen dengan kemenangan atas wakil India, Ginpaul Sonna, melalui pertarungan dua gim, 24-22, 21-19.

Laga final berlangsung ketat sejak awal. Richie harus melewati persaingan sengit hingga deuce pada gim pertama sebelum mengamankan kemenangan 24-22.

Memasuki gim kedua, pertandingan kembali berjalan ketat. Richie sempat melakukan sejumlah kesalahan pada poin-poin kritis, tetapi mampu bertahan hingga akhirnya memastikan kemenangan 21-19 melalui rally terakhir.

“Sebenarnya dari hari awal pun saya tidak memikirkan saya bisa terus menang dengan dua gim sampai di babak final sekalipun. Cuma saya selalu memberikan permainan saya yang terbaik saja,” ujar Richie dikutip dari rilis PBSI.

Menurutnya, status final membuat kedua pemain tampil habis-habisan untuk memperebutkan gelar. Richie mengaku sempat mendapat tekanan ketika Ginpaul meningkatkan tempo permainan setelah interval gim pertama.

“Di gim pertama setelah interval, dia sempat mempercepat tempo dan memperkecil ketinggalan. Tapi di akhir-akhir saya bisa memanfaatkan kesalahan yang dia lakukan,” tuturnya.

Pada gim kedua, Richie justru harus berjuang menjaga konsentrasi setelah beberapa kesalahan terjadi di poin penting. Beruntung, ia mampu mengakhiri pertandingan pada kesempatan terakhir.

“Di gim kedua, saya melakukan kesalahan di poin-poin kritis. Beruntung tadi bisa menuntaskan di rally terakhir,” terangnya.

Gelar tersebut menjadi pencapaian yang terasa spesial bagi Richie. Ia mempersembahkan kemenangan tersebut untuk kedua orang tuanya yang hadir langsung menyaksikan pertandingan, serta teman-temannya di pelatnas, pelatih dan seluruh tim pendukung.

Keberhasilan di Pontianak juga membuat Richie mulai memasang target lebih tinggi. Ia ingin menjadikan gelar ini sebagai pijakan untuk bersaing di turnamen dengan level yang lebih tinggi.

“Setelah ini saya ingin membidik gelar yang lebih tinggi lagi seperti Super 100,” yakinnya.

Ada pula hal unik yang menurut Richie turut membangun kepercayaan dirinya sepanjang turnamen. Ia sengaja mempertahankan jersey dengan warna yang sama sejak babak pertama hingga final sebagai bagian dari sugesti positif.

“Memang ada sugesti untuk terus menggunakan jersey dengan warna yang sama dari babak pertama sampai final. Bikin saya lebih percaya diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menilai keberhasilan Indonesia meraih tiga gelar di turnamen tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan para pemain.

“Kita patut bersyukur Indonesia bisa meraih tiga gelar juara di turnamen ini. Hasil ini menunjukkan bahwa para pemain kita mampu tampil kompetitif dan memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik,” ucapnya.

Ia menegaskan, hasil tersebut menjadi modal penting sebelum para pemain Indonesia menghadapi turnamen berikutnya, termasuk Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang berada pada level Super 100.

“Harapannya, di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 level Super 100, para pemain Indonesia bisa kembali menunjukkan performa terbaik, bermain lebih konsisten, dan tentunya meraih hasil yang maksimal di hadapan dukungan masyarakat Pontianak,” pungkasnya.

Related posts

Borneo FC Perkuat Skuad, Moussa Diarra hingga Reva Adi Jadi Tambahan Amunisi

Rizki

Borneo FC Samarinda Siap Jalani Empat Kompetisi, Persija Jadi Ujian Perdana

Rizki

KONI Kaltim Dorong Porprov Digelar Dua Tahun Sekali

R'sya Rahmadina