infosatu.co
PENDIDIKAN

Distribusi Seragam Gratis Kaltim Berjalan Bertahap, 65 Ribu Paket Ditargetkan Rampung Oktober

Teks: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Distribusi seragam sekolah gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mulai dilakukan secara bertahap. Sebanyak 65 ribu paket seragam ditargetkan seluruhnya rampung disalurkan kepada penerima pada awal Oktober 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Armin mengatakan penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan proses pengadaan dan kesiapan seragam.

“Karena ini bertahap, dari laporan kuasa pengguna anggarannya mudah-mudahan awal Oktober sudah,” kata Armin, Selasa, 1 September 2026.

Tahun ini, program seragam gratis tersebut memiliki anggaran sekitar Rp65 miliar. Dengan harga satu paket sekitar Rp1 juta, jumlah seragam yang disiapkan mencapai 65 ribu paket.

Penyaluran tahap awal menyasar sejumlah sekolah yang telah memiliki data siswa baru. Tiga sekolah yang menjadi lokasi awal distribusi yakni SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 3 Tenggarong, dan SMA Negeri 2 Sangata Utara.

Seragam tersebut selanjutnya akan didistribusikan secara bertahap ke sekolah-sekolah lain di 10 kabupaten/kota di Kaltim.

Armin mengatakan proses distribusi dilakukan setelah seragam dari penyedia tiba. Pengadaan juga dilakukan secara bertahap sehingga tidak seluruh paket langsung tersedia dalam waktu bersamaan.

“Pokoknya kalau sudah datang, kita distribusikan bertahap,” ujarnya.

Untuk tahap awal, jumlah seragam yang telah disalurkan disebut baru sekitar 500 paket.

Sementara itu, proses pencetakan dan pengiriman seragam masih berlangsung. Armin menyebut sebagian seragam telah selesai diproduksi, sedangkan sebagian lainnya masih dalam perjalanan.

Ia belum dapat memastikan persentase progres keseluruhan pengadaan karena laporan terbaru dari pelaksana belum diterima.

Program seragam gratis Kaltim sebelumnya mendapat sorotan karena distribusi yang terlambat dalam dua tahun terakhir.

Armin menjelaskan keterlambatan pada tahun sebelumnya berkaitan dengan penganggaran melalui APBD Perubahan.

Untuk tahun ini, Disdikbud Kaltim berupaya melakukan persiapan lebih awal sesuai arahan Gubernur Kaltim.

“Yang tahun ini memang betul arahan Pak Gubernur itu bagusnya memang kita coba lebih awal. Kita sudah mencetak memang sesuai dengan persentase ukuran,” jelasnya.

Menurut Armin, pencetakan lebih awal dilakukan agar kebutuhan seragam dapat segera diketahui. Jika masih terdapat kekurangan ukuran, pengadaan tambahan dapat dilakukan kemudian.

“Supaya nanti kalau tinggal kurang berapa, nanti tinggal ditambah,” katanya.

Di sisi lain, evaluasi terhadap program seragam gratis juga menemukan persoalan pada data penerima. Salah satu catatan yang muncul ialah adanya siswa laki-laki yang menerima paket seragam dengan jilbab.

Armin menjelaskan, persoalan tersebut terjadi akibat kesalahan input data di tingkat sekolah.

“Karena diinput di sistem di sekolah, link-nya, ada yang salah mengisi. Ada yang masuk dari harusnya laki-laki ke perempuan. Akhirnya tadi, saya baru dapat info karena itu teknis, kesalahannya dari input di sekolah,” tutup Armin.

Related posts

Kabut Asap Karhutla Memburuk, Tiga Wilayah Kaltim Mulai Belajar dari Rumah

Rizki

17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Beroperasi

R'sya Rahmadina

Dosen Ilkom Unmul: Informasi Lama Cepat Viral karena Masyarakat Bereaksi Sebelum Verifikasi

R'sya Rahmadina