infosatu.co
EKONOMI

124 UMKM Pekka Samarinda Disiapkan Akses LPG 3 Kg Sesuai Kebutuhan Usaha

Teks: Koordinasi Kartu Tepat Sasaran Untuk UMKM Penyintas di Ruang Rapat Lt.I Gedung Graha Ruhuy Rahayu, Jalan Juanda, Samarinda (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan sebanyak 124 UMKM dari Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) telah terverifikasi dalam tahap awal program Kartu Tepat Sasaran LPG 3 kilogram.

“Yang tahap awal ini adalah kaum penyintas, yaitu kepala keluarganya perempuan. Indikatornya tidak ada suaminya, kemudian cerai mati atau cerai hidup, menopang kehidupan keluarga, atau dia bujang tapi dia menopang kehidupan keluarga,” ujarnya usai kegiatan Koordinasi Kartu Tepat Sasaran Untuk UMKM Penyintas di Ruang Rapat Lt.I Gedung Graha Ruhuy Rahayu, Jalan Juanda, Samarinda, Selasa, 1 September 2026.

Ia menjelaskan data penerima tersebut mengacu pada data Pekka yang kemudian kembali diverifikasi oleh kecamatan. Dari data awal yang berjumlah lebih dari 200, sebanyak 124 usaha dinyatakan memenuhi kriteria setelah disesuaikan dengan ketentuan penerima LPG 3 kilogram.

“Dari jumlah yang 200-an itu, yang terverifikasi hanya 124. Data itu tidak tertutup, kemungkinan untuk bertambah,” jelasnya.

Ia menerangkan Kartu Tepat Sasaran ini merupakan pengembangan program yang sebelumnya diperuntukkan bagi keluarga. Pada tahap baru ini, sasaran diarahkan kepada perempuan kepala keluarga yang memiliki usaha dan menggunakan LPG 3 kilogram dalam kegiatan produksinya.

Ia menegaskan, kartu tersebut bukan bentuk subsidi tambahan dari Pemerintah Kota Samarinda. LPG 3 kilogram memang merupakan barang bersubsidi, sedangkan kartu berfungsi memastikan pelaku UMKM yang memenuhi kriteria mendapatkan LPG sesuai jatah dan harga yang telah ditetapkan.

“Kita hanya memastikan bahwa mereka mendapatkan jatahnya dengan harga yang memang sudah sesuai dengan aturan pemerintah,” tegasnya.

Jatah LPG bagi setiap UMKM nantinya tidak disamaratakan. Jumlah tabung akan disesuaikan dengan kebutuhan produksi masing-masing usaha, dengan batas maksimal 15 tabung dalam satu bulan.

“Belum tentu 15. Nanti kita lihat berapa sebenarnya range yang harus dia dapat, kesesuaian dengan usahanya,” terangnya.

Ia mencontohkan, UMKM dengan kapasitas produksi kecil tidak akan otomatis diberikan jatah maksimal. Penentuan jatah akan mempertimbangkan kebutuhan usaha agar distribusi tetap tepat sasaran.

Setelah data penerima difinalisasi, Disdag Samarinda akan berkoordinasi dengan Pertamina, agen, dan pangkalan LPG. Penerima akan memperoleh kartu fisik yang memuat data berdasarkan nama dan alamat atau by name by address, sehingga data penerima juga tercatat di pangkalan.

Pengambilan LPG nantinya dilakukan di pangkalan terdekat dari tempat tinggal penerima. Penerima wajib membawa kartu dan KTP saat melakukan pembelian.

Program tersebut pun hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki KTP Samarinda. Warga yang tinggal di Samarinda tetapi memiliki KTP dari daerah lain tidak termasuk sasaran.

“Program-program kita untuk memberikan kemudahan itu kan buat warga Samarinda. Kita bekerja untuk warga Samarinda,” ucapnya.

Kartu Tepat Sasaran untuk UMKM Pekka ditargetkan mulai diluncurkan pada pekan ketiga September 2026 dan pendataan masih terbuka, sehingga jumlah penerima dapat bertambah setelah program berjalan.

“Sepanjang datanya sudah fix, kita sudah akan lakukan launching. Kami tidak menutup kemungkinan kalau boleh ditambah,” pungkasnya.

Related posts

Masuki Usia 26 Tahun, PT BKS Bidik Ekspansi Bisnis dan PAD Kaltim

Rizki

Permintaan Melonjak, Pemkot Samarinda Siapkan Penambahan Produksi Air Kemasan

Emmy Haryanti

Pengelolaan Air Kemasan akan Dikembangkan Terpisah, Ini Alasan Pemkot

Emmy Haryanti