infosatu.co
PEMERINTAH

DPPKB Samarinda Dorong TPA Berstandar, Pastikan Anak Tetap Dapat Pengasuhan Holistik

Teks: Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Samarinda, Ira Puspa Rachmawati (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Samarinda Ira Puspa Rachmawati mendorong tempat pengasuhan anak (TPA) di Samarinda memiliki standar pengasuhan yang mampu memastikan tumbuh kembang anak tetap terpantau.

Menurutnya, keberadaan TPA tidak seharusnya hanya menjadi tempat menitipkan anak ketika orang tua bekerja. Anak tetap membutuhkan pengasuhan yang utuh dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya selama berada di TPA.

“Harapannya agar anak walaupun dititipkan itu tetap dapat pengasuhan yang utuh, yang holistik. Jadi dia tidak kehilangan metode-metode pengasuhan yang seharusnya didapatkan,” ujarnya saat penutupan kegiatan Penguatan Kapasitas Pengelolaan Tempat Pengasuhan Anak dan Bina Keluarga Balita Kota Samarinda di Aula Sekretariat PKK Samarinda, Jalan S Parman.

Adapun kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Jumat, 28 Agustus 2026 dan Senin, 31 Agustus 2026 dengan melibatkan pengelola TPA dan kader Bina Keluarga Balita (BKB).

Ira mengatakan penguatan kapasitas tersebut merupakan bagian dari implementasi program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Program ini menyasar TPA sebagai tempat pengasuhan anak serta BKB yang berperan dalam penguatan pengasuhan keluarga dengan balita.

Dalam kegiatan tersebut, pengelola TPA diberikan pemahaman mengenai pengasuhan anak, pemantauan tumbuh kembang, hingga alur rujukan apabila ditemukan permasalahan pada anak.

“Jadi kami melatih para pengelolanya agar dapat memantau tumbuh kembangnya. Jadi anak itu tidak kehilangan perhatian dan pengasuhan,” terangnya.

Ia menegaskan keberadaan TPA memiliki peran penting karena sebagian waktu anak berada di tempat pengasuhan ketika orang tua bekerja. DPPKB Samarinda pun mendorong peningkatan standar pengelolaan TPA.

“Orang tua kan tahunya mengantar pagi, sore menjemput. Nah, jadi pengasuhan itu sebagian besar waktunya ada di TPA tersebut,” tuturnya.

Ira menyebut Samarinda memiliki 16 TPA. TPA Mata Hati di kawasan Wijayakusuma telah berhasil meraih prestasi hingga tingkat nasional melalui praktik baik pengasuhan anak dan menjadi percontohan bagi TPA lainnya di Indonesia. Selain itu, DPPKB Samarinda tengah mendorong TPA Kebun Kita untuk mengikuti proses standardisasi TPA.

“Kami sedang mengangkat TPA Kebun Kita untuk dapat mengikuti standarisasi untuk TPA, seperti akreditasi,” ungkapnya.

Ira berharap praktik baik dari TPA yang telah memiliki pengelolaan baik dapat diterapkan oleh TPA lainnya di Samarinda.

Penguatan kapasitas juga menyasar kader BKB. Dari 116 kelompok BKB yang ada di Samarinda, enam kelompok dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebagai pilot project.

Para kader nantinya diharapkan dapat meneruskan informasi mengenai pengasuhan dan pemantauan tumbuh kembang kepada keluarga yang memiliki balita di wilayah masing-masing.

Ira menyampaikan, penguatan pengasuhan anak tidak hanya diarahkan untuk menekan angka stunting. Perkembangan psikososial anak juga menjadi perhatian agar tetap berjalan dengan baik.

“Stunting itu adalah salah satu tujuan yang bisa kita capai dari ini. Tapi selain itu pasti ada agar perkembangan psikososial anak juga tidak terganggu,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan TPA yang terstandarisasi dan didukung pengasuh kompeten juga memberikan rasa aman bagi orang tua yang harus bekerja.

“Kalau kita sudah memastikan TPA-nya terstandarisasi, TPA-nya memiliki pengasuh yang sudah kompeten, otomatis keluarga menitipkan anaknya ke situ, orang tua juga lebih nyaman bekerja,” pungkasnya.

Related posts

Benua Raya Digagas Jadi Daerah Otonomi Baru, Target 7 Kecamatan di Kutai Barat

Rizki

Balik Nama Sertifikat Tanah Kini Dipangkas Jadi 10 Hari, Ini Syarat dari BPN Samarinda

Rizki

RSUD IA Moeis Siapkan Layanan Bayi Tabung, Andi Harun: Warga Kaltim Tak Perlu Berobat Jauh

Emmy Haryanti