infosatu.co
POLITIK

RSUD IA Moeis Bakal Jadi Andalan, Warga Samarinda Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

Teks: Gedung Kesehatan Ibu dan Anak merupakan fasilitas kesehatan yang baru saja diresmikan oleh Pemkot Samarinda. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak di RSUD IA Moeis Samarinda mulai diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di luar daerah.

Kehadiran Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi bagian dari upaya memperluas kemampuan pelayanan, termasuk menangani bayi prematur dengan berat lahir sangat rendah.

“Peningkatan fasilitas di RSUD IA Moeis harus dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan khusus,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti, Senin 31 Agustus 2026.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari dokter anak, RSUD IA Moeis kini telah mampu menangani bayi dengan usia kehamilan di bawah 27 minggu dan berat lahir sekitar 700 gram.

“Sekarang, berdasarkan informasi dari dokter anak, bayi dengan usia di bawah 27 minggu dan berat sekitar 700 gram sudah bisa dipertahankan hidup dan dilayani di Samarinda,” ujar Sri Puji usai menghadiri peresmian Gedung KIA RSUD I.A. Moeis.

Kemampuan tersebut menjadi perkembangan penting bagi pelayanan kesehatan di Samarinda. Sebelumnya, kasus bayi dengan kondisi tersebut membutuhkan penanganan di fasilitas kesehatan dengan kemampuan lebih lengkap sehingga berpotensi memerlukan rujukan ke luar daerah.

Sri Puji menilai peningkatan kapasitas RSUD IA Moeis harus terus dilakukan agar masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus pergi ke kota lain.

“Harapan kami masyarakat tidak harus ke Surabaya, Solo, atau Jakarta. Cukup pelayanan yang dibutuhkan bisa tersedia di Kota Samarinda,” katanya.

Menurutnya, Gedung KIA juga memberikan manfaat dari sisi keamanan dan kenyamanan pasien. Pemisahan pelayanan ibu dan anak dari pasien dewasa dapat mengurangi risiko kontak infeksi sekaligus membuat penanganan lebih sesuai dengan kebutuhan pasien anak.

“Kalau digabung dengan gedung orang dewasa, terutama untuk anak, ada risiko kontak infeksi. Dengan adanya gedung tersendiri, pelayanan bisa lebih optimal,” jelasnya.

Meski demikian, Sri Puji mengingatkan bahwa peningkatan fasilitas fisik harus diikuti dengan penguatan sumber daya manusia. Ketersediaan dokter dan tenaga kesehatan dengan kompetensi yang sesuai menjadi faktor penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan pelayanan secara maksimal.

Ia juga mendorong RSUD IA Moeis terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

Inovasi dinilai menjadi kunci agar kemampuan rumah sakit tidak berhenti pada pembangunan gedung, tetapi terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Selain fasilitas dan layanan ke depan tentu perlu ada inovasi, karena perkembangan ilmu kedokteran semakin berkembang,” tandasnya.

Related posts

Hanya Hasanuddin Masud Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Golkar Kukar

Rizki

Potensi Pelanggaran Kampanye Dibaca dari Pola Lama, Bawaslu Kaltim Mulai Bersiap

Rizki

Gerindra Kerahkan Kader, 1.500 Paket Bantuan Dikirim ke Mahakam Ulu

Rizki