infosatu.co
KESEHATAN

Empat Puskesmas Samarinda Direvitalisasi, Dinkes Sebut Tinggal 2 yang Masih Perlu Pembenahan

Teks: Puskesmas Harapan Baru yang telah direvitalisasi. (Dok: UPTD Puskesmas Harapan Baru)

Samarinda, Infosatu.co – Empat puskesmas di Samarinda kini telah mendapat pembenahan fisik setelah pembangunan yang dilakukan pemerintah kota rampung pada akhir 2025. Fasilitas tersebut bahkan telah digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat sebelum akhirnya diresmikan pada Senin, 31 Agustus 2026.

Namun, pembenahan fasilitas kesehatan tingkat pertama itu belum sepenuhnya merata. Dinas Kesehatan. (Dinkes) Kota Samarinda masih mencatat Puskesmas Temindung dan Puskesmas Loa Bakung sebagai dua fasilitas yang kondisi fisiknya belum layak.

Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan empat puskesmas yang mendapat peningkatan sarana tersebut yakni Puskesmas Harapan Baru, Puskesmas Sungai Kapih, Puskesmas Bantuas dan Puskesmas Mangkupalas.

Menurut Ismed, pembangunan sejumlah fasilitas tersebut telah rampung sejak akhir 2025. Meski demikian, peresmian baru dilakukan setelah fasilitas dipastikan siap dan telah digunakan untuk mendukung pelayanan masyarakat.

“Kalau puskesmas, karena memang peruntukannya hanya untuk pembangunan, memang pembangunan itu untuk sarana peningkatan pembangunan puskesmas,” kata Ismed usai peresmian fasilitas kesehatan di Gedung KIA RSUD I.A Moeis Samarinda, Senin, 31 Agustus 2026.

Dengan pembenahan tersebut, kondisi fisik puskesmas di Samarinda dinilai semakin merata.

Ismed menyebut kini hanya tersisa dua puskesmas yang masih membutuhkan perhatian dari sisi kelayakan bangunan, yakni Puskesmas Temindung dan Puskesmas Loa Bakung.

“Kalau di Samarinda, kayaknya mungkin tinggal satu-dua puskesmas yang kurang layak dari sisi fisik. Tapi kalau dari sisi pelayanan, saya bisa pastikan sebenarnya pelayanannya kurang lebih sama,” ujarnya.

Ismed menegaskan, kondisi bangunan tidak menjadi pembeda utama dalam pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Puskesmas yang bangunannya telah diperbarui maupun yang masih membutuhkan pembenahan tetap dituntut memberikan pelayanan sesuai standar.

Pemerintah Kota Samarinda masih membuka peluang untuk melanjutkan pembenahan fasilitas tersebut. Namun, realisasinya akan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Selain dukungan pemerintah daerah, Ismed juga menyinggung rencana pemerintah pusat untuk merehabilitasi 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi peluang untuk mempercepat pembenahan fasilitas kesehatan yang masih membutuhkan perbaikan.

“Kalau tahun depannya, dengan keuangan fiskal yang baik, ada perhatian juga. Jangan lupa, Bapak Presiden kan rencana akan merehabilitasi 10.000 puskesmas seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut Ismed, peningkatan sarana fisik tetap harus berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan. Puskesmas menjadi salah satu fasilitas yang paling dekat dengan masyarakat sehingga keberadaannya berperan penting dalam pelayanan kesehatan dasar.

Ia menyebut perhatian terhadap pelayanan kesehatan juga terlihat dari hasil evaluasi pelayanan publik di Samarinda. Sejumlah fasilitas kesehatan masuk dalam jajaran teratas pelayanan publik yang dinilai masyarakat.

“Terlepas dari peningkatan sarana fisik, sebenarnya kita juga berusaha semaksimal mungkin meningkatkan pelayanan publik yang diminta tadi oleh Bapak Wali Kota,” pungkas Ismed.

Related posts

ISPA Belum Melonjak, Kaltim Sudah Kirim Logistik Kesehatan ke Mahulu

Emmy Haryanti

Bukan Cuma Batuk, Ini Dampak Asap Karhutla pada Anak-Anak

Rizki

Kasus ISPA Naik di Tengah Kekeringan, Wali Kota Samarinda Imbau Warga Pakai Masker

Rizki