Samarinda, Infosatu.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Samarinda mulai menunjukkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Ia menegaskan BUMD tidak lagi menjadi beban bagi pemerintah daerah. Kontribusi BUMD terhadap PAD mulai diberikan setiap tahun.
Kondisi itu pun dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sumber pendanaan secara mandiri tanpa membebani masyarakat.
“Bagaimana terus BUMD bisa berkontribusi. Alhamdulillah sekarang BUMD kita tidak lagi menjadi beban, sudah mulai setiap tahun memberi kontribusi pada PAD kita,” ujar Andi Harun.
Ia mengatakan penguatan sumber pendanaan daerah menjadi penting bagi Samarinda. Pemerintah kota berupaya mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Andi Harun sebelumnya menekankan bahwa pemerintah daerah harus mampu mencari sumber pendanaan secara mandiri, tetapi tidak dilakukan dengan cara yang melanggar aturan maupun memberikan beban berat kepada masyarakat.
“Kebijakan peningkatan pendapatan daerah idealnya tidak hanya berorientasi pada penerimaan, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” tuturnya.
Ia mencontohkan kebijakan penataan perparkiran yang dirancang pemerintah kota.
Digitalisasi dan penerapan sistem pembayaran nontunai tidak hanya ditujukan untuk mengurangi kebocoran pendapatan, tetapi juga mengendalikan praktik juru parkir liar yang selama ini menimbulkan keresahan.
Andi Harun menilai penguatan BUMD juga perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi daerah.
“Kontribusi terhadap PAD menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan milik daerah mampu menjalankan fungsi ekonominya sekaligus mendukung kapasitas fiskal pemerintah kota,” terangnya.
Ia berharap sumber-sumber pendapatan daerah dapat terus diperkuat sehingga pembangunan Samarinda tidak hanya bergantung pada sumber pendanaan tertentu.
“Yang lainnya adalah bagaimana terus BUMD bisa berkontribusi,” tegasnya.
