infosatu.co
OLAHRAGA

KONI Kaltim Kejar Keabsahan Ribuan Atlet Porprov dalam Tujuh Hari

Teks: KONI Kaltim mengejar proses pendaftaran dan verifikasi data atlet dari 10 kabupaten/kota untuk memastikan keabsahan peserta Porprov Kaltim 2026 (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Tim Keabsahan KONI Kaltim hanya memiliki waktu tujuh hari untuk menuntaskan pendaftaran dan verifikasi data atlet dari 10 kabupaten/kota yang akan berlaga di Porprov Kaltim 2026 di Paser.

Anggota Tim Keabsahan KONI Kaltim Dandri Dauri mengatakan proses input data dimulai 2 Oktober dan berlangsung hingga 8 Oktober 2026. Berbeda dengan Porprov sebelumnya yang masih menggunakan data manual dan membutuhkan waktu hingga sekitar tiga bulan, kali ini seluruh proses dilakukan melalui sistem digital.

“Dulu kalau penginputan data menggunakan data-data manual. Saya ingat Porprov Kutim sama Berau. Itu kita bekerja sekitar tiga bulanan nge-input datanya,” ujarnya di Kantor Bidang Organisasi KONI Kaltim, Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia menyebut sistem digital digunakan untuk mempercepat sekaligus memudahkan pemantauan data atlet dari seluruh kabupaten/kota. Input dilakukan setiap hari, sementara staf Tim Keabsahan ditempatkan untuk memantau data yang masuk.

Pekerjaan juga tidak dilakukan berdasarkan urutan cabang olahraga. Tim memprioritaskan atlet dari cabor yang dijadwalkan bertanding sebelum pembukaan Porprov pada 14 November.

“Prioritasnya itu adalah cabor yang didahulukan diinput, cabor yang akan dipertandingkan sebelum pembukaan nanti bulan November tanggal 14,” ungkapnya.

Salah satunya dayung dan layar yang dijadwalkan mulai bertanding pada 5 November. Data atlet dari cabor tersebut harus lebih dulu diproses agar keabsahannya tidak berbenturan dengan jadwal pertandingan.

Selain input dari KONI kabupaten/kota, pemeriksaan juga akan dikaitkan dengan data Dukcapil. Pengecekan dilakukan untuk mencocokkan identitas kependudukan sekaligus melihat riwayat KTP atlet.

“Dukcapil itu intinya adalah untuk memverifikasi data atlet ke KTP-nya ini sudah berapa tahun,” jelasnya.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan status atlet, termasuk mereka yang berasal dari luar Kaltim maupun atlet yang mengalami perpindahan domisili. Ketentuan mengenai mutasi atlet juga akan diperiksa dalam proses keabsahan.

Beban verifikasi sendiri cukup besar karena jumlah atlet dari sejumlah daerah mencapai ribuan. Samarinda, misalnya, disebut berada di kisaran 1.300 atlet.

Dengan waktu yang terbatas, Danri menuturkan Tim Keabsahan harus mengejar seluruh data hingga proses pemeriksaan selesai. Setelah data dari 10 kabupaten/kota masuk dan dinyatakan tidak bermasalah, hasilnya akan dituangkan dalam data keabsahan atlet yang ditandatangani Ketua Tim Keabsahan bersama Ketua KONI Kaltim.

“Semua KONI kabupaten kota dari 10 kabupaten kota itu sudah masuk datanya semua dan dinyatakan sudah tidak ada masalah lagi, bahwa kami akan keluarkan data keabsahan atlet,” tuturnya.

Data tersebut selanjutnya diserahkan kepada PB Porprov. Namun, tugas Tim Keabsahan tidak berhenti setelah dokumen ditetapkan.

Saat pertandingan berlangsung di Paser, tim tetap memantau cabor yang bertanding. Jika muncul persoalan terkait status atau keabsahan seorang atlet, pemeriksaan akan dilakukan sesuai kewenangan tim.

Danri mengakui proses verifikasi kali ini berlangsung dalam waktu yang sangat terbatas. Sistem digital pun menjadi cara yang digunakan untuk mengejar pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan.

“Ini kita kejar tayang. Last minute sebetulnya,” ucapnya.

Ia berharap penggunaan sistem digital pada Porprov 2026 dapat berjalan baik dan menjadi pola baru dalam proses keabsahan atlet pada penyelenggaraan berikutnya.

Related posts

Aturan Usia Atlet Porprov, Dispora Kaltim Ungkap Tantangan Regenerasi

R'sya Rahmadina

Venue Paser Belum Beres, Dispora Kaltim Buka Opsi Pindah Balikpapan dan Samarinda

R'sya Rahmadina

Anggaran Terbatas, Hapkido Kaltim Raih 15 Medali di Kejurnas

R'sya Rahmadina