Samarinda, Infosatu.co – Pemandangan berbeda tersaji saat warga menikmati aktivitas jogging sore di Samarinda, Sabtu, 3 Oktober 2026. Lanskap kota yang berada di kejauhan tampak berselimut kabut, membuat sejumlah kawasan dan ikon Samarinda terlihat samar dari jalur olahraga.

Kabut paling terlihat pada pemandangan yang berada cukup jauh. Dari kawasan Balai Kota Samarinda hingga menuju Teras Samarinda, suasana serupa masih tampak ketika warga mengarahkan pandangan ke lanskap kota.
Kawasan Islamic Center dan Jembatan Mahakam yang berada di kejauhan pun terlihat samar di balik lapisan kabut. Bentuk keduanya masih dapat dikenali, tetapi tidak terlihat setegas biasanya ketika kondisi udara lebih cerah.
Pemandangan tersebut turut diperhatikan warga yang sedang jogging. Salah satunya Puput, yang mengaku sudah melihat kondisi berkabut ketika berada di sekitar Balai Kota Samarinda.
“Dari Balai Kota tadi sudah notice pas melihat pemandangan berkabut gitu, saya mikir mulai lagi nih udaranya nggak bagus,” ujarnya di Samarinda.
Perjalanan jogging kemudian berlanjut menuju Teras Samarinda. Sepanjang perjalanan, pemandangan berkabut masih terlihat, terutama ketika mengarah ke kawasan yang berada jauh dari posisi warga.
“Pas sampai di Teras Samarinda ya sama juga, ngelihat Jembatan Mahakam dan Islamic Centre samar-samar tertutup kabut,” ceritanya.
Kondisi itu membuat suasana jogging sore terasa berbeda. Jalur dan lingkungan di sekitar tempat warga berolahraga masih terlihat jelas, sementara panorama kota di kejauhan tampak memudar dalam kabut.
Di tengah suasana tersebut, aktivitas warga tetap berjalan. Ada yang berlari, berjalan kaki, bersepeda, maupun sekadar menikmati sore di ruang terbuka. Kabut justru menjadi bagian yang cukup mencolok dari panorama kota yang mereka lihat sore itu.
Perubahan panorama itu menjadi pemandangan yang berbeda. Namun demikian, Samarinda tetap ramai dengan aktivitas warga. Lanskap kota yang redup dan berkabut tak mengubah niat warga untuk tetap beraktivitas.
