infosatu.co
KESEHATAN

Skrining Kesehatan hingga Deteksi Stunting Warnai Hari Anak Nasional di Kaltim

Teks: Anak-anak saat mengikuti Cek Kesehatan Gratis pada Hari Anak Nasional ke-42 di Kantor Gubernur Kaltim. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Skrining kesehatan jiwa, deteksi dini stunting hingga pemeriksaan kesehatan gratis menjadi layanan utama yang disediakan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim Syarifah Alawiyah mengatakan penyelenggaraan HAN tahun ini mengedepankan kolaborasi berbagai instansi untuk menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat, meski dilaksanakan di tengah keterbatasan anggaran.

“Meski dengan anggaran yang terbatas, kami tidak patah semangat. Berkat kolaborasi berbagai pihak, peringatan Hari Anak Nasional dapat terlaksana dengan meriah dan memberikan manfaat bagi anak-anak di Kaltim,” ujar perempuan yang akrab disapa Yuyun itu, Kamis, 30 Juli 2026.

Layanan kesehatan melibatkan lima puskesmas, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Dinas Kesehatan Kota Samarinda serta Rumah Sakit Atma Husada Mahakam.

Pemeriksaan meliputi kesehatan gigi, pengukuran tinggi dan berat badan, penilaian status gizi, hingga deteksi dini stunting yang terintegrasi dengan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASik) milik Kementerian Kesehatan.

Selain pemeriksaan fisik, anak-anak juga menjalani skrining kesehatan jiwa menggunakan aplikasi Tetran Mas Rido untuk mendeteksi secara dini gejala kecemasan, depresi, maupun gangguan suasana hati.

Apabila ditemukan indikasi tertentu, peserta dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan yang disiagakan selama kegiatan.

Menurut Yuyun, layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merespons meningkatnya persoalan kesehatan mental di kalangan anak dan remaja.

“Kita tahu sekarang banyak anak yang mengalami depresi bahkan sampai bunuh diri. Karena itu kami ingin mendeteksi lebih awal kondisi psikologis mereka,” katanya.

Selain layanan kesehatan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan administrasi kependudukan berupa pembuatan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA), serta berbagai layanan pendukung lain yang disediakan sejumlah organisasi perangkat daerah dan mitra pemerintah.

Yuyun berharap peringatan HAN dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh pihak terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kaltim.

“Semua gratis. Kami ingin masyarakat tidak hanya datang merayakan Hari Anak Nasional, tetapi juga memperoleh manfaat melalui berbagai layanan yang kami siapkan,” pungkasnya.

Related posts

Pemprov Kaltim Tambah 10 Ribu Penerima PBI BPJS Kesehatan pada 2027

Rizki

Baru 300 Ribu Warga Jalani CKG, Pemeriksaan Massal Pelajar Disiapkan Dongkrak Partisipasi

Rizki

Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Remaja Jadi Fondasi Tekan Kematian Ibu di Kaltim

Emmy Haryanti