Samarinda, Infosatu.co – Penyaluran program seragam sekolah gratis bagi siswa baru SMA, SMK dan SLB negeri di Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan mengalami penyesuaian jadwal.
Semula distribusi perdana dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026, namun kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim menargetkan penyaluran dimulai pada Agustus setelah proses pendataan peserta didik di seluruh sekolah rampung.
Sekretaris Disdikbud Kaltim Rahmat Ramadhan mengatakan proses pengadaan saat ini masih berjalan. Keterlambatan terjadi karena masih ada beberapa sekolah yang belum menyelesaikan penginputan data siswa baru ke dalam sistem.
“Insyaallah Agustus-September ini bisa tersalurkan. Saat ini masih proses pendataan karena masih ada beberapa sekolah yang belum memasukkan data,” ujarnya usai rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kaltim, Senin, 27 Juli 2026.
Rahmat menjelaskan, dari seluruh sekolah penerima program, masih terdapat tiga sekolah yang belum menyelesaikan administrasi data peserta didik, sehingga proses pengadaan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Meski demikian, Disdikbud telah menyiapkan penyaluran perdana bagi sekolah yang lebih dahulu menyelesaikan pendataan.
Tiga sekolah tersebut yakni SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 3 Tenggarong, dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara.
Ia mengatakan program tahun ini tetap memberikan satu paket perlengkapan sekolah berupa seragam putih abu-abu, sepatu, dan tas bagi setiap siswa baru.
Rahmat juga menanggapi keluhan yang sempat muncul pada pelaksanaan tahun sebelumnya terkait ketidaksesuaian jenis seragam yang diterima sebagian siswa.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan berasal dari proses pengadaan, melainkan kesalahan saat pengisian data oleh peserta didik.
“Sudah kami klarifikasi. Ada yang salah saat memilih jenis seragam di sistem. Itu akan kami perbaiki agar tidak terulang,” katanya.
Untuk meminimalkan kendala serupa, Disdikbud menerapkan sistem pendataan secara daring yang terus dievaluasi setiap tahun.
Ke depan, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memproyeksikan jumlah lulusan SMP yang akan melanjutkan ke SMA maupun SMK, sehingga proses pengadaan dapat dipersiapkan lebih awal.
Sementara terkait keberlanjutan program, Rahmat memastikan bantuan seragam gratis tetap menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Insyaallah sesuai visi Gubernur, program ini tetap dilanjutkan. Kami tinggal menunggu arahan lebih lanjut terkait pelaksanaannya,” pungkasnya.
