Samarinda, Infosatu.co – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan sebanyak 270 siswa baru siap menempati Sekolah Rakyat permanen di kawasan Stadion Utama Kaltim di Palaran, Samarinda. Para siswa akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak pada 14 Juli 2026.
Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudi Luhur Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Jaswadi mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai jadwal.
“Kami dari Kemensos ingin memastikan bahwa pelaksanaan MPLS di tanggal 14 Juli itu bisa terlaksana. Jadi kami sedang melihat dan mengevaluasi kesiapan, baik dari sisi sarana maupun prasarana,” ujarnya saat meninjau Sekolah Rakyat bersama jajaran Pemerintah Kota Samarinda, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sebanyak 270 siswa baru tersebut terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA. Sementara siswa yang saat ini masih belajar di Sekolah Rakyat rintisan akan dipindahkan ke gedung permanen pada akhir Juli.
“Rencananya siswa lama akan masuk pada 30 Juli. Jadi yang mulai menempati gedung ini pada 14 Juli adalah siswa baru, totalnya 270 orang dari jenjang SD, SMP, dan SMA,” katanya.
Jaswadi mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dilengkapi, terutama perlengkapan penunjang kebutuhan harian siswa di asrama. Karena itu, Kemensos terus mendorong percepatan penyelesaian bersama pihak terkait.
“Kasur sudah ada, kemudian peralatan lain juga sudah tersedia. Tinggal menunggu beberapa kebutuhan seperti sabun mandi, handuk, kain pel, dan rak sepatu karena semuanya harus sudah tersedia saat MPLS dimulai,” ujarnya.
Selain itu, Kemensos juga menyiapkan langkah antisipasi apabila dapur utama belum dapat beroperasi saat kegiatan dimulai. Salah satunya dengan menggandeng penyedia jasa katering agar kebutuhan konsumsi siswa tetap terpenuhi.
“Kalau misalnya dapur belum siap, kami sudah menyiapkan opsi lain, misalnya menggunakan vendor atau katering. Pengalaman seperti itu juga pernah kami lakukan sebelumnya,” jelasnya.
Jaswadi menambahkan, pemantauan terhadap kesiapan Sekolah Rakyat dilakukan setiap hari sebagai bagian dari pengawalan program nasional. Menurutnya, pejabat struktural Kemensos ditugaskan ke 93 lokasi Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia untuk memastikan operasional perdana berjalan serentak.
“Sejauh ini saya masih optimistis. Kami akan terus memantau dari hari ke hari. Program ini berlangsung serentak di 93 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk Samarinda,” pungkasnya.
