infosatu.co
PENDIDIKAN

73 Mahasiswa IKIP PGRI Kaltim Ikuti Yudisium Tahap Pertama, Mayoritas Lulus Kurang dari Empat Tahun

Teks: Foto bersama para mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga bersama jajaran pimpinan IKIP PGRI Kaltim usai Yudisium Program Sarjana (S1) Tahun Akademik 2025/2026. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 73 mahasiswa IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) mengikuti yudisium tahap pertama tahun akademik 2025/2026. Mayoritas di antaranya berhasil menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari empat tahun atau lebih cepat dari masa studi yang ditetapkan.

Rektor IKIP PGRI Kaltim Suriansyah mengatakan seluruh peserta yudisium telah menuntaskan kewajiban akademik dan tinggal menunggu prosesi wisuda untuk dikukuhkan sebagai sarjana.

“Alhamdulillah, tahap pertama mereka mampu menyelesaikan studi di bawah empat tahun. Artinya lebih cepat dari waktu yang ditentukan,” ujarnya usai Yudisium Program Sarjana di IKIP PGRI Kaltim, Rabu, 8 Juli 2026.

Dari total peserta yudisium, sebanyak 42 mahasiswa berasal dari Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, 30 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, dan satu mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif.

Suriansyah menjelaskan, yudisium merupakan tahapan akhir setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh persyaratan akademik, termasuk tugas akhir yang kini tidak lagi terbatas pada skripsi.

“Tugas mereka di kampus sudah selesai. Sebentar lagi akan dikukuhkan menjadi sarjana baru,” katanya.

Ia mengingatkan para lulusan agar menjaga nama baik almamater sekaligus menunjukkan kualitas dan profesionalisme saat memasuki dunia kerja.

“Selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan studi. Jaga nama baik almamater, tampil dengan nilai tambah dalam kualitas kerja, dan tetap berorientasi kepada almamater,” pesannya.

Selain menyelesaikan pendidikan akademik, para mahasiswa juga dibekali kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini, seperti penguatan pembelajaran berbasis teknologi, coding, kecerdasan buatan (AI), hingga mata kuliah kependidikan yang menjadi bekal calon guru.

“Kita ingin lulusan benar-benar siap ketika terjun ke lapangan, memahami bagaimana menjadi guru yang baik sekaligus mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah,” ujarnya.

Menurut Suriansyah, kesiapan lulusan IKIP PGRI Kaltim juga tercermin dari tingginya serapan kerja. Bahkan, sejumlah mahasiswa telah direkrut oleh sekolah sebelum menyelesaikan masa studinya.

“Alhamdulillah ada program studi yang mahasiswanya sudah direkrut sekolah sejak semester enam atau tujuh. Bahkan secara umum hampir 50 persen mahasiswa kami bekerja sambil kuliah,” katanya.

Ia menambahkan, Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga menjadi salah satu program yang paling diminati. Lulusannya tidak hanya berkarier sebagai guru, tetapi juga menjadi pelatih, instruktur olahraga, hingga membuka usaha di bidang kebugaran dan pengelolaan fasilitas olahraga.

“Sesuai dengan minat dan kompetensi yang mereka miliki, ada yang menjadi pelatih, instruktur, membuka tempat kebugaran, hingga mengelola fasilitas olahraga,” pungkasnya.

Related posts

Tugas Akhir Tak Harus Skripsi, IKIP PGRI Kaltim Dorong Mahasiswa Ciptakan Karya Berdampak

Rizki

Pembangunan Masih Berlangsung, MPLS Sekolah Rakyat Samarinda Tetap Digelar 14 Juli

Rizki

Kekurangan 500 Guru, DPRD Usulkan Skema PJLP Dibiayai APBD

Emmy Haryanti