infosatu.co
PEMERINTAH

Maratua Dikepung Sampah, Wagub Seno Aji Desak Penanganan Cepat

Teks: Wakil Gubernur (Wagub) Seno Aji saat memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti Rapur ke 15 Tahun 2026. (Infosatu.co/Ratu)

Samarinda, Infosatu.co – Persoalan penumpukan sampah di kawasan wisata Maratua, Kabupaten Berau, menjadi sorotan serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan keprihatinannya dan menegaskan perlunya langkah cepat agar citra pariwisata daerah tidak tercoreng.

Hal itu disampaikannya usai Rapat Paripurna ke-15 Tahun 2026 di Gedung Utama DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin, 22 Juni 2026.

“Terus terang kami prihatin. Hal-hal seperti ini tidak boleh dibiarkan, karena Maratua adalah salah satu wajah pariwisata Kaltim,” ujar Seno Aji kepada awak media.

Ia mengungkapkan, pemerintah provinsi telah mulai berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Berau untuk meningkatkan pengelolaan kawasan wisata, termasuk penanganan sampah. Menurutnya, aktivitas wisata yang tinggi di wilayah kepulauan seperti Maratua, Derawan, dan Sangalaki harus diimbangi dengan sistem pengelolaan lingkungan yang baik.

“Perlu ada penguatan sistem, termasuk koordinasi lintas dinas seperti lingkungan hidup dan pariwisata. Jangan sampai sampah ini merusak daya tarik wisata kita,” tegasnya.

Seno Aji juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku wisata, hingga masyarakat setempat, dalam menjaga kebersihan kawasan. Ia menilai, tanpa kesadaran bersama, persoalan sampah akan terus berulang.

Sementara itu, Anggota DPRD Kaltim Syarifatul Sya’diah turut menyoroti persoalan serupa. Ia meminta agar penanganan sampah di Maratua segera menjadi perhatian lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

“Nanti kami akan koordinasikan dengan DLHK dan juga Dinas Pariwisata untuk mencari solusi. Jangan sampai ini mencederai pariwisata di Berau,” ujarnya.

Syarifatul menyebut, dalam waktu dekat pihaknya juga berencana melakukan monitoring ke wilayah Berau guna melihat langsung kondisi di lapangan. Ia berharap langkah tersebut dapat mempercepat penanganan serta menghadirkan solusi yang tepat sasaran.

Menurutnya, Maratua dan kawasan sekitarnya selama ini dikenal sebagai destinasi unggulan dengan daya tarik wisata bahari yang kuat. Namun, persoalan sampah berpotensi merusak citra tersebut jika tidak segera ditangani secara serius.

“Wisatawan datang karena keindahan alamnya. Kalau sampah menumpuk, tentu akan berdampak pada minat kunjungan,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata. Selain penanganan sampah, edukasi kepada masyarakat dan pelaku wisata dinilai penting untuk mencegah masalah serupa terulang.

Baik pemerintah provinsi maupun DPRD Kaltim sepakat bahwa penanganan sampah di Maratua tidak bisa ditunda. Upaya cepat dan terkoordinasi menjadi kunci agar kawasan wisata tersebut tetap terjaga dan mampu bersaing sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional maupun internasional.

Related posts

Pendapatan Kaltim Tak Capai Target, Seno Aji Ungkap Empat Faktor Utama Penyebabnya

Emmy Haryanti

Pemprov Kaltim Tegaskan Tindak Lanjut Temuan BPK dan Evaluasi Gratispol hingga Tuntas

Ratu

Tertunda Meski Rampung, Terowongan Samarinda Masih Terkendala Sertifikasi Keselamatan

Emmy Haryanti