infosatu.co
KESEHATAN

Operasi Timbang Balita di Bontang Capai 100 Persen, Data Stunting Mulai Dipetakan

Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, Infosatu.co – Pelaksanaan Operasi Timbang Balita Serentak di Kota Bontang yang berlangsung pada 9-13 Juni 2026 berhasil mencapai target penuh dengan cakupan kehadiran balita sebesar 100 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bontang per 13 Juni 2026, total sasaran balita yang mengikuti operasi timbang mencapai 9.824 anak dan seluruhnya telah ditimbang.

Seluruh kelurahan di Kota Bontang juga tercatat mencapai cakupan 100 persen, di antaranya Loktuan dengan 1.207 balita, Bontang Baru 580 balita, Api-Api 840 balita, Berbas Tengah 676 balita, hingga Tanjung Laut Indah sebanyak 784 balita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan capaian tersebut menjadi hasil terbaik dibanding pelaksanaan sebelumnya karena seluruh sasaran balita berhasil hadir mengikuti penimbangan.

“Operasi timbang sudah selesai, alhamdulillah. Target juga sudah tercapai 9.824 anak. Cakupan sasarannya 100 persen,” ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari keterlibatan kader posyandu, RT, lurah, camat, kepala puskesmas, hingga organisasi perangkat daerah yang ikut menggerakkan masyarakat agar datang ke lokasi penimbangan.

Bahkan, sejumlah petugas disebut melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah warga hingga membuka layanan penimbangan sampai malam hari demi memastikan seluruh balita dapat diperiksa.

“Mereka sampai mendatangi rumah ibu balita untuk melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan. Jadi benar-benar disamperin supaya semua anak terdata,” katanya.

Toetoek menjelaskan, data hasil operasi timbang saat ini masih dalam proses pengolahan dan penarikan data akhir dijadwalkan selesai pada 30 Juni 2026.

Dari hasil tersebut nantinya akan diketahui jumlah balita yang mengalami stunting, wasting, underweight, maupun gangguan pertumbuhan lainnya sebagai dasar penyusunan langkah penanganan lanjutan.

“Kalau data sudah ada nanti akan diketahui berapa yang stunting, wasting, maupun underweight. Penanganannya juga akan disesuaikan dengan diagnosis dan kebutuhan masing-masing anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga faktor infeksi, lingkungan, hingga kondisi sanitasi keluarga yang turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

“Bahkan bila perlu bisa dirujuk ke dokter spesialis. Karena stunting itu bukan hanya soal gizi, tetapi juga ada faktor lingkungan dan sanitasi yang harus diperbaiki,” tutupnya.

Related posts

Sering Dicap Tak Sehat, dr Tirta Jelaskan Fakta Ilmiah tentang Mi Instan

Rizki

Partisipasi Operasi Timbang Balita di Dua Kelurahan Bontang Utara Capai Hingga 100 Persen

Rizki

Partisipasi Operasi Timbang Balita di Tiga Kelurahan Bontang Selatan Capai 76 Persen

Rizki