Samarinda, Infosatu.co – Berkurangnya aktivitas industri pertambangan batu bara di Samarinda mulai memunculkan dampak terhadap dunia ketenagakerjaan.
Meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) mendorong Komisi IV DPRD Samarinda meminta pemerintah kota (pemkot) setempat menyiapkan langkah konkret untuk membantu para pekerja terdampak beralih ke sektor usaha mandiri.
Salah satu solusi yang dinilai relevan adalah penyediaan program bantuan modal usaha tanpa bunga bagi mantan pekerja tambang yang ingin memulai usaha baru.
Langkah tersebut dianggap dapat menjadi jembatan bagi para korban PHK untuk tetap memiliki sumber penghasilan setelah kehilangan pekerjaan.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ismail Latisi mengatakan peningkatan keterampilan melalui pelatihan kerja memang penting dilakukan. Namun, program tersebut perlu dibarengi dengan dukungan permodalan agar kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan usaha.
Menurutnya, banyak pekerja yang selama ini bergantung pada sektor tambang memiliki keterbatasan pengalaman di bidang lain.
Oleh karena itu, mereka perlu dibekali keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
“Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana masyarakat eks tambang ini memiliki kemampuan lain yang bisa dikembangkan, kemudian dimanfaatkan untuk berwirausaha dan membangun sumber pendapatan baru,” ujar Ismail saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Senin 15 Juni 2026.
Ia menilai akses terhadap modal menjadi tantangan utama yang sering dihadapi masyarakat ketika ingin memulai usaha. Kondisi tersebut semakin berat bagi mereka yang baru saja kehilangan pekerjaan dan belum memiliki sumber pendapatan tetap.
Untuk itu, Ismail mendorong instansi terkait, termasuk Dinas Koperasi, agar dapat menghadirkan program pinjaman atau bantuan modal tanpa bunga yang mudah diakses masyarakat terdampak PHK.
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mendorong tumbuhnya usaha mikro baru di tengah masyarakat.
“Ketika mereka memiliki keinginan untuk membuka usaha tetapi terkendala modal, maka pinjaman tanpa bunga bisa menjadi salah satu alternatif solusi. Dengan begitu, mereka tetap memiliki kesempatan untuk membangun usaha dan memperoleh penghasilan,” terangnya.
Ia berharap dukungan permodalan tersebut dapat menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi akibat berkurangnya aktivitas sektor pertambangan di Samarinda.
