infosatu.co
OLAHRAGA

Dispora Kaltim Minta Data Riil Kontingen, Kunci Persiapan Porprov 2026

Teks: Plt. Kadispora Kaltim, Rasman, saat memberikan keterangan kepada awak media. (Infosatu.co/Ratu)

Samarinda, Infosatu.co – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 terus dimatangkan. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menegaskan pentingnya kejelasan data kontingen dari setiap kabupaten/kota sebagai dasar perencanaan anggaran dan teknis pelaksanaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun berbagai perangkat pendukung, mulai dari tim wasit dan juri, dewan hakim, tim pengesahan hingga pengawas pertandingan.

“Pada prinsipnya kita masih menunggu ketersediaan anggaran di APBD Perubahan 2026. Mudah-mudahan ada, tetapi kami juga meminta kabupaten/kota menyampaikan secara riil berapa kontingen yang benar-benar akan dikirim,” ujarnya usai rapat paripurna ke-14 DPRD Kaltim, Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Rasman, data riil kontingen sangat penting karena berkaitan langsung dengan beban anggaran yang harus disiapkan oleh tuan rumah, yakni Kabupaten Paser, serta dukungan dari provinsi.

Ia menekankan bahwa kelolosan pada babak kualifikasi tidak serta-merta menjamin keikutsertaan dalam Porprov. Pasalnya, kondisi keuangan daerah saat ini berbeda dibanding saat babak kualifikasi digelar pada 2025.

“Jangan sampai sudah lolos di babak kualifikasi, tapi justru tidak mengirim kontingen. Maka dari itu harus disampaikan secara nyata kesiapan anggarannya,” tegasnya.

Terkait sarana dan prasarana, Rasman menyebut kesiapan tuan rumah sudah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen dan diperkirakan siap digunakan saat pelaksanaan nanti.

Di sisi lain, Dispora juga menyoroti kesiapan cabang olahraga, khususnya yang masih baru. Menanggapi adanya cabang olahraga seperti Savate yang mengalami kesulitan mencari atlet, terutama atlet putri, Rasman mengingatkan pentingnya pemenuhan syarat organisasi sebelum menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Syarat mutlak itu minimal memiliki dua klub di kabupaten/kota. Klub harus punya AD/ART, atlet, pelatih, dan sarana prasarana. Jangan hanya bermodalkan SK saja,” jelasnya.

Ia juga meminta KONI di semua tingkatan untuk lebih selektif dalam menerima cabang olahraga baru dengan melakukan verifikasi menyeluruh hingga ke daerah.

“Jangan sampai sudah jadi anggota KONI malah membebani keuangan daerah. Harus diverifikasi betul, apakah benar-benar siap secara organisasi dan pembinaan,” tambahnya.

Rasman berharap seluruh cabang olahraga dapat memperhatikan ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi ketimpangan, seperti adanya organisasi tanpa atlet atau pelatih yang memadai.

Dengan koordinasi yang baik antara provinsi, kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga, Porprov Kaltim 2026 diharapkan dapat berjalan optimal dan menjadi ajang pembinaan atlet yang berkualitas.

Related posts

14 Cabor Belum Masuk Usulan Porprov Kaltim, Kebutuhan Anggaran Jadi Pertimbangan

Rizki

Atlet Kaltim Benaya Rafael Warkey Raih Perunggu di Asian Taekwondo Indonesia Open 2026

Rizki

Tiga Kali Juara Umum, Perbasi Samarinda Minta Fasilitas Basket Jadi Perhatian

Rizki