Samarinda, Infosatu.co — Capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk mata pelajaran matematika di Kota Samarinda menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Hasil tersebut dinilai perlu dikaji lebih lanjut guna mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan akademik siswa.
Data TKA menunjukkan rata-rata nilai matematika siswa sekolah dasar (SD) berada di angka 42,41, sedangkan nilai Bahasa Indonesia mencapai 60,14. Pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), rata-rata nilai matematika tercatat 40,34 dan Bahasa Indonesia 60,83.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie menilai, salah satu faktor yang patut menjadi perhatian adalah keterbatasan jumlah tenaga pendidik yang masih dihadapi daerah.
Menurutnya, rendahnya capaian matematika tidak bisa hanya dilihat dari angka statistik, melainkan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di sekolah.
“Kalau bicara nasional berarti ada sesuatu yang terjadi pada mata pelajaran tersebut. Padahal berhitung itu sangat dibutuhkan dalam keseharian,” tuturnya.
Novan menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kurikulum. Matematika merupakan mata pelajaran dasar yang telah lama diajarkan dalam sistem pendidikan, sehingga perlu ditelusuri faktor lain yang memengaruhi hasil belajar siswa.
Ia menyoroti kondisi kekurangan guru yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi dunia pendidikan di Samarinda. Saat ini, kebutuhan tenaga pendidik yang belum terpenuhi disebut mencapai lebih dari 500 orang dan diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 700 guru pada akhir 2026.
Kondisi tersebut membuat sejumlah sekolah harus mengandalkan tenaga pengajar lepas untuk menutupi kebutuhan pembelajaran di kelas.
“Langkah sekolah saat ini hanya bisa menggunakan guru lepas. Bicara kompetensinya belum tentu sudah maksimal karena digaji di bawah standar,” katanya.
Karena itu, Novan berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan kebutuhan guru di daerah.
Menurutnya, ketersediaan tenaga pendidik yang memadai merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda sebelumnya menyatakan hasil TKA 2026 akan dijadikan bahan evaluasi bersama para kepala sekolah.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan strategi pembelajaran yang lebih efektif guna meningkatkan capaian akademik peserta didik pada masa mendatang.
