infosatu.co
KESEHATAN

Pemkot Bontang Validasi Data 9.840 Balita Lewat Operasi Timbang Serentak

Teks: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meninjau pelaksanaan Operasi Timbang 2026 saat mengunjungi Posyandu di Kota Bontang. (Dok: Prokompim Bontang)

Bontang, Infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang mulai melaksanakan Operasi Timbang Tahun 2026 secara serentak pada 9-13 Juni 2026 sebagai upaya memperbarui data tumbuh kembang anak sekaligus mempercepat penanganan stunting.

Kegiatan tersebut menyasar 9.840 balita yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bontang dan dilaksanakan di 125 Posyandu dengan melibatkan 984 kader.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyatakan Operasi Timbang bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh balita memperoleh pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

“Operasi Timbang bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting memastikan seluruh balita tumbuh sehat, terpantau gizinya, dan mendapat intervensi tepat sejak dini. Target kita jelas, menuju Zero Stunting,” ujarnya.

Pelaksanaan Operasi Timbang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pendataan melalui aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM).

Data yang terkumpul nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan intervensi bagi balita yang mengalami masalah gizi maupun berisiko stunting.

Neni juga menyoroti sejumlah wilayah yang masih memiliki angka stunting relatif tinggi, termasuk kawasan pesisir yang masih menghadapi persoalan sanitasi dan perilaku buang air besar sembarangan (BABS).

Menurutnya, perbaikan sanitasi dan akses air bersih menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.

“Saya menginginkan konsep Sanitation for All People benar-benar terwujud di Kota Bontang. Seluruh warga harus mendapatkan akses sanitasi dan air bersih yang layak karena sanitasi merupakan salah satu faktor utama pencegahan stunting,” katanya.

Operasi Timbang Serentak Kota Bontang 2026 juga dirangkai dengan dialog bersama 15 Posyandu dari 15 kelurahan se-Kota Bontang untuk memantau pelaksanaan dan perkembangan penanganan stunting di masing-masing wilayah.

Dalam dialog tersebut, sejumlah kelurahan memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT), pembagian telur bagi balita, kunjungan rumah oleh kader Posyandu, dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR), hingga keterlibatan aktif ketua RT dalam mendampingi keluarga berisiko stunting.

“Operasi Timbang bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting memastikan seluruh balita tumbuh sehat, terpantau gizinya, dan mendapat intervensi tepat sejak dini. Target kita jelas, menuju Zero Stunting,” pungkas Neni.

Related posts

Operasi Timbang Serentak Bontang 2026 Siapkan Empat Tahapan Deteksi Dini Stunting

Rizki

Kolaborasi Tekan Stunting, Samarinda Targetkan 464 Keluarga Risiko Tercover Tahun Ini

Ratu

Urusan Stunting, Semua Harus Turun Tangan

Ratu