infosatu.co
DPRD BONTANG

Penanganan Autisme di Bontang Perlu Dukungan Data Valid

Teks: Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang Saeful Rizal menilai penanganan anak dengan autisme di Kota Bontang perlu didukung data yang valid dan terukur. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Persoalan penanganan anak berkebutuhan khusus, khususnya autisme menjadi perhatian karena dinilai membutuhkan basis data yang jelas dan terukur. Pendataan dianggap penting agar pemerintah dapat mengetahui jumlah kasus sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat sejak dini.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang Saeful Rizal menilai hingga saat ini pemerintah perlu memiliki data lengkap terkait jumlah anak dengan gangguan spektrum autisme maupun kebutuhan khusus lainnya di Kota Bontang.

Menurutnya, data tersebut dibutuhkan untuk melihat perkembangan kasus yang ada di masyarakat sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan penanganan.

“Di lingkungan rumah saya ada yang autisme, tapi saya heran tidak termasuk di sini. Jadi data seperti itu harus ada,” kata Saeful.

Ia mengatakan, kajian menyeluruh juga diperlukan untuk mengetahui faktor yang diduga memengaruhi meningkatnya kasus autisme. Dengan adanya penelitian dan pendataan yang akurat, penanganan maupun langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

Saeful menilai proses diagnosis autisme bukan perkara sederhana karena memerlukan tahapan pemeriksaan yang cukup panjang. Oleh sebab itu, pemerintah diminta aktif melakukan pemetaan agar anak-anak yang membutuhkan pendampingan bisa segera teridentifikasi.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar anak penyandang autisme tetap memperoleh hak dan kesempatan yang sama tanpa stigma maupun perlakuan diskriminatif.

“Bisa jadi ada dampak industrialisasi atau persoalan tata kelola lingkungan. Ini harus dicari akar masalahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Saparudin, menyebut saat ini terdapat 19 anak yang menjalani pendampingan terapi di Pusat Layanan Autisme (PLA) atau Autis Center Kota Bontang dan seluruhnya mendapat layanan secara terjadwal.

Namun, keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi kendala dalam pelayanan. Saat ini, PLA hanya memiliki tiga orang terapis untuk mendampingi seluruh anak yang menjalani terapi.

“Di sini ada 19 anak yang didampingi, sementara terapis yang ada hanya tiga orang. Jadi memang masih perlu tambahan tenaga agar pendampingan bisa lebih maksimal,” tutupnya. (Adv)

Related posts

Demi Keberlangsungan, SMA Swasta Harus Dipandang Setara dengan Negeri

Rizki

PAW Almarhum Maming Tak Ubah Susunan AKD DPRD Bontang

Rizki

Proyek RS Tipe D Rp46 Miliar di Bontang Terancam Tertunda

Rizki