infosatu.co
Samarinda

Petugas Kebersihan Pastikan Teras Samarinda Bersih dari Sampah

Teks: Ririn, salah satu petugas kebersihan Teras Samarinda (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Ramainya pengunjung di Teras Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) setiap hari menyisakan pekerjaan rutin bagi petugas kebersihan.

Dalam waktu kurang dari satu jam setiap malam, lima petugas harus memastikan kawasan tetap bersih, meski masih dihadapkan pada berbagai kebiasaan pengunjung yang belum sepenuhnya tertib.

Ririn, salah satu petugas kebersihan, bersama empat petugas kebersihan lainnya harus membagi tugas agar seluruh area tetap terjangkau dalam waktu singkat.

“Kami di sini cuma lima orang. Jadi harus berbagi tugas, ada yang menyapu, ada yang kumpulkan sampah, supaya semua tetap bisa tertangani,” ujarnya Sabtu malam, 28 Maret 2026.

Pengumpulan sampah dilakukan setiap malam, mulai pukul 21.00 hingga sebelum pukul 22.00. Waktu yang sempit ini menuntut pekerjaan dilakukan secara cepat, meski kondisi di lapangan tidak selalu mendukung.

“Kami mulai sekitar jam sembilan malam sampai sebelum jam sepuluh. Jadi harus cepat kami membersihkannya karena waktunya kan tidak lama,” katanya.

Lonjakan volume sampah biasanya terjadi pada akhir pekan, terutama malam Minggu, ketika jumlah pengunjung meningkat signifikan dibanding hari biasa.

“Kalau malam Minggu, sampahnya jauh lebih banyak dari hari biasa. Jadi kami harus kerja lebih extra,” ungkapnya.

Di sisi lain, persoalan mendasar justru datang dari perilaku pengunjung yang belum disiplin dalam membuang sampah.

Petugas masih harus melakukan pemilahan ulang karena sampah kerap tercampur tanpa memperhatikan jenisnya.

“Masih sering ditemukan sampah yang tidak dipilah. Banyak yang mencampur sampah organik dan non-organik, jadi kami harus memilah lagi satu per satu,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fasilitas kebersihan yang tersedia belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik.

Beban kerja petugas bertambah bukan hanya karena volume sampah, tetapi juga karena kurangnya kepedulian pengunjung terhadap aturan dasar kebersihan.

Selain sampah, perilaku pengunjung terhadap fasilitas juga menjadi sorotan. Area rumput yang telah ditata masih sering diinjak, meskipun jelas terdapat peringatan bukan diperuntukkan sebagai jalur akses.

“Masih sering ada yang menginjak rumput, padahal itu sudah dirawat. Kalau sering diinjak, rumput jadi cepat rusak,” tuturnya.

Meski tidak semua pengunjung bersikap abai, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kesadaran belum terbentuk secara merata.

Dalam situasi ini, petugas kebersihan tidak hanya bekerja membersihkan, tetapi juga menanggung dampak dari kebiasaan pengunjung yang kurang peduli.

Ririn berharap ada perubahan sikap dari pengunjung agar kebersihan kawasan tidak sepenuhnya dibebankan kepada petugas.

“Harapan kami sederhana saja, pengunjung bisa lebih peduli. Buang sampah pada tempatnya, tentu harus sesuai jenis sampahnya karena kan sudah tertulis jelas jenis sampahnya dan jangan lagi menginjak rumput,” pungkasnya.

Related posts

Pemkot Lirik Potensi Besarnya Jumlah Warga Muslim Toraja di Samarinda Kaltim

Firda

Kadishub: Kesadaran Berlalu Lintas di Samarinda Masih Rendah

Firda

Kepastian Keberangkatan Haji Masih Menggantung Akibat Konflik Timur Tengah

Firda

You cannot copy content of this page