Samarinda, infosatu.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau masyarakat agar bijak dalam memilih sekolah saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Pasalnya, seluruh sekolah pada dasarnya memiliki kualitas yang baik dan tidak selalu sekolah yang dianggap favorit menjadi jaminan menghasilkan lulusan terbaik.
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan petunjuk teknis (juknis) SPMB direncanakan akan dipublikasikan paling lambat pada 2 April 2026, setelah terlebih dahulu ditandatangani oleh Wali Kota Samarinda.
“Mudah-mudahan paling lambat 2 April nanti juknis itu akan kita publish. Tanda tangan Pak Wali dulu,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, informasi terkait SPMB nantinya juga akan disampaikan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahaminya.
Asli menyebut sistem penerimaan murid baru tersebut juga sudah berjalan setiap tahun sehingga masyarakat umumnya telah familiar dengan mekanismenya.
Kadisdikbud juga menyampaikan bahwa bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih, pilihan untuk menyekolahkan anak di sekolah swasta juga terbuka lebar.
“Kalau dia memang mau memilih kekhususan, bagi yang ekonominya mampu ya silakan memilih swasta yang favorit,” katanya.
Namun bagi masyarakat kurang mampu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema, seperti jalur afirmasi dan program sekolah rakyat.
Program tersebut bertujuan memastikan seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan.
Ia menegaskan bahwa jalur afirmasi harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak dan tidak boleh diisi oleh mereka yang sebenarnya mampu secara ekonomi.
“Jangan sampai nanti jatahnya anak afirmasi diisi oleh orang yang mampu,” tegasnya.
Di sisi lain, Asli juga menyoroti masih adanya sebagian masyarakat yang enggan memanfaatkan program pendidikan yang telah disediakan pemerintah, termasuk fasilitas sekolah berasrama yang memberikan berbagai dukungan kepada siswa.
Padahal, menurutnya, fasilitas yang diberikan cukup lengkap, mulai dari makan hingga perangkat belajar.
“Kadang-kadang masyarakat yang kurang mampu ini sombong, dia tidak mau di-boarding-kan padahal makan dijamin, laptop semua dijamin,” ujarnya.
Ia berharap media juga dapat berperan membantu memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami berbagai pilihan pendidikan yang tersedia.
Asli menegaskan bahwa pada dasarnya semua sekolah memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa.
“Prinsipnya semua sekolah itu baik,” katanya.
Menurutnya, persepsi masyarakat sering kali membuat sekolah tertentu dianggap lebih unggul, misalnya karena memiliki bangunan yang lebih besar atau fasilitas yang lebih terlihat.
Padahal, menurutnya tidak ada jaminan bahwa sekolah yang dianggap hebat pasti menghasilkan lulusan yang hebat, begitu pula sebaliknya.
“Tidak ada jaminan sekolah yang disebut hebat menghasilkan anak hebat, dan tidak ada jaminan sekolah di pinggiran menghasilkan anak yang tidak bermutu,” pungkasnya.
