Samarinda, infosatu.co – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, melantik tiga pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda dan menegaskan proses tersebut telah melalui mekanisme sistem merit.

Hal itu disampaikan Andi Harun dalam sambutannya pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji JPT Pratama di lingkungan Pemkot Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Samarinda, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Saudara-saudara yang telah dilantik dan diambil sumpah/janjinya pada hari ini,” ujarnya, Jumat 27 Februari 2026.
Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial. “Pelantikan hari ini bukanlah sekadar seremonial mutasi jabatan belaka, melainkan bagian integral dari implementasi sistem merit yang dilakukan melalui proses secara objektif, terukur, dan akuntabel,” tegasnya.
Ia menjelaskan, tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dilantik menduduki jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
Ketiganya telah melalui uji kompetensi dan evaluasi kinerja yang dilaksanakan pada 2 dan 3 Desember 2025.
Proses tersebut juga telah mendapatkan rekomendasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui surat Nomor 11247/R-AK.02.03/SD/F/2026 dan Nomor 11249/R-AK.02.03/SD/F/2026 tentang Rekomendasi Hasil Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kota Samarinda.
“Dengan seluruh izin dan rekomendasi yang diperoleh, kita berupaya memastikan bahwa proses dilaksanakan sesuai peraturan dan ketentuan yang mencerminkan prinsip keadilan,” katanya.
Andi Harun menyebut, mutasi jabatan merupakan hal wajar dalam dinamika birokrasi modern.
Selain sebagai bentuk penyegaran organisasi, langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan kinerja perangkat daerah serta mempercepat pencapaian visi pembangunan Kota Samarinda.
Di momen tersebut, ia kembali mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari panggilan untuk menjadi teladan.
Ia mengutip pernyataan Mahatma Gandhi, “Be the change that you wish to see in the world,” yang dimaknainya sebagai ajakan membawa integritas dan visi dalam setiap langkah.
Ia juga menyinggung tantangan efisiensi yang kini menjadi perhatian utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
Pemerintah dituntut menyelesaikan tugas lebih cepat, menghemat sumber daya, menuntaskan program pembangunan, serta mencapai target dengan ukuran yang terukur.
“Bagaimana Pemerintah Kota Samarinda bisa tetap efisien tanpa kehilangan hati warga masyarakatnya? Jawabannya terletak pada kepemimpinan yang holistik, efisiensi yang dibangun di atas fondasi amanah,” ucapnya.
Menurutnya, amanah bukan beban, melainkan katalisator efisiensi. Pemimpin yang amanah akan membangun budaya akuntabilitas, transparansi, empati, serta komitmen terhadap program kerja yang harus ditepati.
Di akhir sambutan, ia berharap para pejabat yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi internal, memahami tugas dan fungsi perangkat daerah secara utuh, serta memastikan seluruh program berjalan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
“Saya berharap Saudara yang dilantik pada hari ini dapat segera beradaptasi dengan cepat dan mengupayakan agar semua kegiatan berjalan dengan baik, efektif dan efisien. Selamat bertugas,” pungkasnya.
