infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Kuota Seribu Takjil Tak Cukup, Warga Minta Pembagian Lebih Tertib

Teks: Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi Saat memberi keterangan Pers (Infosatu.co/Andika)

Samarinda, Infosatu.co — Antusiasme masyarakat pada hari kedua pembagian takjil gratis oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sangat tinggi.

Teks: Antrian Warga saat pembagian takjil gratis (Infosatu.co/Andika)

Jumlah warga yang datang melampaui kuota seribu paket yang disiapkan, sehingga sebagian masyarakat yang tidak memiliki kupon tidak menerima takjil.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur (Kaltim) Nina Dewi, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan seribu paket per hari dan kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 12 Maret.

Bagi masyarakat yang belum mendapatkan pada hari pertama, ia memastikan masih ada kesempatan di hari berikutnya.

“Kita siapkan seribu setiap hari. Kalau hari ini belum dapat, besok masih ada karena kegiatan ini berlangsung sampai tanggal 12 Maret,” ujarnya, Jumat 27 Februari 2026.

Terkait adanya warga yang membawa lebih dari satu paket, Nina menegaskan pembagian dilakukan berdasarkan jumlah orang yang hadir.

Jika satu keluarga datang bersama, maka masing-masing tetap mendapatkan satu paket.

Ia menyebut pihaknya tidak bisa memilah secara rinci di lapangan karena distribusi dilakukan langsung kepada warga yang hadir.

Pembagian takjil sendiri dijadwalkan pukul 15.30 WITA. Namun, untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi, distribusi kerap dilakukan lebih awal ketika masyarakat sudah mulai berkumpul.

Proses pembagian juga menggunakan sistem kupon, dan jika kuota telah habis, warga diarahkan untuk kembali di hari berikutnya.

Di sisi lain, salah satu warga penerima takjil Adi, mengapresiasi program tersebut karena dinilai sangat membantu, terutama bagi perantau.

Menurutnya, takjil gratis cukup bermanfaat untuk berbuka puasa tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.

“Ini sangat bermanfaat untuk anak rantau. Lumayan, bisa hemat dan tetap kenyang,” ujarnya.

Meski demikian, Adi menilai perlu ada evaluasi dalam mekanisme pembagian agar lebih adil dan merata.

Ia mengaku sempat melihat ada warga yang kembali mengantre hingga mendapatkan lebih dari satu paket, bahkan membawa dua hingga tiga bungkus.

“Harus ada evaluasi supaya semua dapat secara rata. Jangan sampai ada yang antre lagi dan dapat lebih dari satu, sementara yang lain belum kebagian,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak mengambil secara berlebihan. Menurutnya, satu paket sudah cukup untuk berbuka puasa.

Program pembagian takjil gratis ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah provinsi selama Ramadan.

Namun, di tengah tingginya antusiasme warga, evaluasi sistem distribusi dinilai penting agar tujuan berbagi dapat benar-benar dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.

Related posts

Warga Sambut Antusias Pembagian di Bulan Ramadan, Berharap Program Terus Berlanjut

Andika

OPD Pemprov Kaltim Bergiliran Bagikan Takjil hingga Maret, Antusias Warga Memuncak

Andika

Menelan Anggaran Rp98,36 Miliar, Akhirnya Jembatan Nibung Bisa Dilewati

Emmy Haryanti

You cannot copy content of this page