Samarinda, Infosatu.co — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menargetkan penghimpunan zakat di Bumi Etam mampu menembus angka Rp100 miliar dalam waktu dekat.
Target tersebut dinilai realistis jika seluruh potensi zakat, khususnya dari sektor korporasi, dapat dimaksimalkan melalui lembaga resmi.
Rudy menyoroti masih rendahnya kontribusi zakat dari perusahaan besar yang beroperasi di Kaltim, terutama di sektor pertambangan, perkebunan, dan perbankan.
Padahal, menurutnya, potensi zakat dari sektor tersebut sangat besar dan dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan.
Hal itu disampaikan Rudy Mas’ud saat membuka agenda Kaltim Berzakat yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim.
“Kontribusi zakat dari perusahaan besar di Kalimantan Timur masih rendah, padahal potensinya sangat besar untuk membantu pengentasan kemiskinan,” ujar Rudy Mas’ud, Senin 23 Februari 2026.
Gubernur menyebutkan, berdasarkan laporan audit per 31 Desember 2025, dana zakat yang berhasil dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kaltim mencapai Rp20,6 miliar.
Capaian itu melonjak signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp6–8 miliar.
“Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat. Tapi kita tidak boleh berhenti sampai di sini,” tegasnya.
Rudy Mas’ud memperkirakan, potensi zakat di Kalimantan Timur bisa mencapai sekitar Rp6 triliun jika seluruh sektor berkontribusi optimal.
Bahkan, ia optimistis pengelolaan zakat di masa mendatang mampu menembus angka Rp1 triliun untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peran perusahaan tambang dalam mendukung zakat daerah.
Pemerintah Provinsi, kata dia, siap menjadi mitra strategis perusahaan yang taat berzakat, termasuk dalam menyuarakan kepentingan mereka ke pemerintah pusat.
Tak hanya itu, Rudy mendorong agar zakat tidak hanya disalurkan secara konsumtif.
Tetapi diarahkan pada program produktif seperti bantuan modal usaha, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja.
Gubernur turut meminta instansi besar di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim serta BUMD untuk menjadi motor penggerak optimalisasi zakat.
Kegiatan Kaltim Berzakat kemudian ditutup dengan penyerahan zakat secara simbolis oleh Gubernur dan pejabat terkait.
