Samarinda, infosatu.co — Proses revitalisasi Pasar Pagi, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) masih menyisakan sejumlah penyewa yang belum terakomodasi pada tahap pertama relokasi.
Para pedagang tersebut kini menunggu kejelasan terkait rencana pembukaan tahap kedua, sembari tetap menjalankan aktivitas usaha di lokasi relokasi.
“Kami belum masuk tahap pertama dan sampai sekarang belum ada kabar pasti. Harapan kami, tahap kedua bisa segera dibuka, karena bagaimanapun kami masyarakat Samarinda yang berkontribusi dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar salah satu pedagang Pasar Pagi, Jumrani, Selasa, 3 Februari 2026.
Untuk menopang aktivitas usaha tersebut, para pedagang saat ini masih bertahan berjualan di lokasi relokasi Segiri dan tetap membayar retribusi secara mandiri.
Jumrani menuturkan bahwa dalam dua bulan terakhir pedagang tetap menunaikan kewajiban sewa.
Adapun sebelumnya, pemerintah sempat menanggung biaya sewa selama dua tahun, sebelum kebijakan tersebut dihentikan pada Desember 2025.
Sebagi kelengkapan informasi, data penataan Pasar Pagi menunjukkan bahwa dari sekitar 2.500 kios yang ada, sebanyak 1.804 unit telah masuk dalam pelaksanaan tahap pertama.
Sisa yang belum terlibat masih menunggu kejelasan atas pelaksanaan tahap dua.
Terkait pedagang yang masih menempati Pasar Segiri, tercatat sebanyak 189 orang.
“Tetapi itu belum keseluruhan karena data yang ada baru Pasar Segiri, sedangkan Sungai Dama belum diketahui secara pasti,” ungkapnya.
Adapun angka 272 pedagang merupakan akumulasi data yang tercatat di UPTD, termasuk pedagang yang berada di Sungai Dama.
Untuk Pasar Segiri sendiri, jumlah penyewa diperkirakan berada di kisaran 189 orang.
Jumrani menambahkan, para penyewa tersebut memiliki jumlah lapak yang bervariasi.
Ada yang hanya memiliki satu lapak, namun ada pula yang mengelola hingga enam lapak per orang.
Jumrani juga menjelaskan bahwa area relokasi Segiri dikhususkan bagi pedagang konveksi, seperti pakaian berupa celana dan baju, serta aksesoris.
“Segiri itu khusus untuk konveksi, pakaian dan aksesoris. Untuk barang basah atau besi memang tidak masuk di area itu,” katanya.
Menurutnya, seluruh data pedagang tersebut telah masuk dalam sistem pendataan digital sejak tahun 2023.
Meskipun nama-nama pedagang sudah terdaftar, verifikasi lanjutan tetap dapat dilakukan setiap hari melalui petugas penarik karcis yang selama ini sudah mengenali para pedagang di lapangan.
Ia juga menyampaikan harapan agar Pasar Pagi dapat kembali beroperasi sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Harapan besar kami, pasar sudah bisa beroperasi sebelum Lebaran supaya kami tidak terus-terusan kesulitan secara ekonomi,” tegasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan terkait masuknya penyewa pada tahap kedua sepenuhnya berada di tangan kebijakan pemerintah daerah.
“Kami sangat berharap bisa masuk di tahap kedua, tetapi keputusan tetap ada di kebijakan pemerintah daerah,” pungkasnya.
