infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Program Genting Diperkuat, DP2KB Kota Samarinda Kejar Target Penurunan Stunting

Teks: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani.

Samarinda, infosatu.co – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Deasy Evriyani, perkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Hal ini dilakukan sebagai langkah percepatan penurunan angka Stunting di Samarinda yang masih berada di angka 20,3 persen, sementara target penurunan ditetapkan sebesar 18 persen pada 2026.

“Angka stunting Samarinda saat ini masih di 20,34 persen, sementara target nasional 18 persen. Ini menjadi pekerjaan berat, sehingga kami tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya pada Rabu, 17 Desember 2025.

Program Genting menjadi salah satu program prioritas DP2KB Kota Samarinda yang sejalan dengan “quick wins” Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Selain Genting, DP2KB juga menjalankan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sebagai bentuk penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.

“Stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Penanganannya harus dilakukan secara komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sekedar diketahui, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis ditandai tinggi badan anak lebih pendek (kerdil) dari standar usianya.

Deasy Evriyani menambahkan, bantuan Genting disalurkan dalam bentuk nutrisi dan non-nutrisi.

Bantuan non-nutrisi diberikan selama 90 hari berturut-turut kepada bayi usia dua tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Hingga 2025, target penerima bantuan mencapai 1.331 dari total 2.461 sasaran yang direncanakan terpenuhi hingga 2026.

Secara keseluruhan, bantuan Genting yang terhimpun dari berbagai kecamatan di Kota Samarinda telah melampaui Rp250 juta dan dikelola melalui pendampingan kader di tingkat kecamatan.

Melalui program Genting, bantuan yang diberikan kepada keluarga berisiko stunting tidak hanya berupa pemenuhan gizi, tetapi juga pendampingan, edukasi, serta konseling keluarga yang dilakukan oleh tim kader di seluruh kelurahan.

Intervensi ini dirancang berlangsung selama 9 bulan agar memberikan dampak yang berkelanjutan.

“Ke depan, bantuan tidak hanya difokuskan pada pemenuhan nutrisi, tetapi juga aspek non-nutrisi seperti jamban sehat, penyediaan air bersih, dan rumah layak huni, karena faktor tersebut sangat menentukan penurunan risiko stunting,” ujar Deasy.

Deasy juga menjelaskan bahwa program Genting merupakan kolaborasi dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan para donatur.

Ia pun menegaskan penanganan stunting merupakan prioritas nasional dan daerah yang memerlukan kerja sama lintas sektor dan tidak dapat ditangani oleh pemerintah semata.

“Program Genting ini menjadi terobosan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix,” katanya.

Dengan penguatan program Genting dan kolaborasi lintas sektor, DP2KB Kota Samarinda optimistis target penurunan stunting dapat dicapai secara bertahap sesuai rencana aksi daerah.

Related posts

Menunggu SE Kemenaker, Disnaker Samarinda Siapkan Posko Pengaduan THR

Andika

5 Sektor Terapkan Upah di Atas UMK, Disnaker Samarinda Tegaskan THR Tak Boleh Dicicil

Andika

Proyek Terowongan, Kini Masa Pemeliharaan dan Masih Menjadi Tanggungjawab Kontraktor

Andika

You cannot copy content of this page